Gubernur Sentil ASN yang Berpolitik

Gubernur Sentil ASN yang Berpolitik
DISENTIL : Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyentil ASN yang berpolitik dan kritik ke Pemprov pada Rapim, Senin kemarin (14/8). (HUMAS PEMPROV FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gubernur   TGH M Zainul Majdi menyentil Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berniat maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 mendatang.

Para ASN diminta untuk menjual gagasan, bukan mencari-cari kesalahan. Dikatakan, dirinya tidak pernah melarang apabila ada ASN yang berkeinginan ikut mencalonkan diri. Gubernur bahkan sangat mendukung dan mendoakan ASN tersebut. “Hanya saja, ASN yang akan ikut kontestasi politik itu harus mengedepankan semangat politik yang santun. Kalau ikut politik, jual lah gagasan, jangan saling mencari-cari kesalahan,” ujarnya dalam rapat pimpinan (Rapim) di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur, Senin  kemarin (14/8).

Menurut gubernur, etika dalam berpolitik sangat penting. Apalagi ASN berada dalam satu lingkaran sistem yang bekerja mencari solusi terhadap masalah rakyat. “Bukan justru meraih tujuan dengan cara-cara menyakiti yang pada akhirnya merugikan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga meminta seluruh Kepala SKPD lebih fokus. Terutama tentang indikator-indikator kinerja yang telah ditetapkan didalam RPJMD Provinsi NTB tahun 2013-2018. Gubernur menyadari, waktunya tidak lama lagi memimpin NTB. Berbagai indikator RPJMD harus menjadi perhatian. Mengingat, saat ini ada isu seolah-olah seluruh indikator kinerja RPJMD belum tercapai.

Padahal kenyataannya, lanjut gubernur, dari 31 indikator yang ada sebanyak 20 indikator  sudah mencapai target. Sisanya tinggal 11 indikator yang perlu mendapat perhatian dan kerja keras. “Harapan saya tentu semua indikator bisa terpenuhi di akhir masa pengabdian nanti,” ucapnya.

Meskipun begitu, gubernur melarang dan mengingatkan  jajarannya agar tidak saling berbalas pantun. Apabila kritikan tersebut ditanggapi, hanya akan membingungkan masyarakat saja. “Setiap kritik dari masyarakat agar kita terima dengan baik dan direspon dengan menunjukkan  kinerja yang lebih baik. Jikapun kritik itu perlu dijawab, maka jawablah dengan cara-cara yang mencerdaskan,” imbaunya.

Selain itu, gubernur  menekankan kepada OPD teknis, khususnya yang bertanggung jawab dalam pencapaian indikator kinerja RPJMD  agar  meningkatkan sinergi, koordinasi dan komunikasi antar sektor.

Terakhir, gubernur meminta seluruh pejabat yang ada di lingkup Pemprov NTB untuk meningkatkan kinerja. “Terus maksimalkan koordinasi dan komunikasi, terutama hal-hal yang selama ini dianggap belum tuntas,” tandasnya. (zwr)