Gubernur Sarankan Ada Kombinasi Marshal

Zulkieflimansyah (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pasca penundaan race gelaran event Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021, Minggu (14/11) di Sirkuit Mandalika Lombok. Persolaan marshal atau petugas pembawa bendera yang berjaga di pos penjagaan menjadi perbincangan publik hingga menjelang gelaran even World Superbike (WorldSBK) pada 19-21 November 2021.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menegaskan, dalam penyelenggaran WorldSBK sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak Dorna Sports, bukan Pemprov NTB. Maka dalam dalam penentuan segala sesuatu mengenai kesiapan balapan, tentu sepenuhnya menjadi kewenangan Dorna Sport. Termasuk penentuan kriteria standar dalam merekrut marshal. “Karena masalah safety ini tidak bisa main-main. Oleh karena itu kita kalau ingin orang lokal sudah dari dulu kita berharap ITDC memberikan perhatian. Sehingga persiapan orang lokal pun bisa, karena hal itu bisa dipelajari dengan cepat,” kata Zulkiefli saat dikonfirmasi Radar Lombok, Rabu (17/11).

Namun, karena kondisi pendemi Covid-19 yang berdampak kepada ekonomi perusahaan penyelenggara, hal tersebut tidak sempat dilakukan. Sebat itu, masyarakat lokal harus punya kesadaran karena masalah marshal ini sangat penting meski kelihatan sedarhana. “Makanya tidak bisa juga kita semewang-wewang asal daftar tanpa persiapan yang bagus. Karena kejadian (IATC) kemarin jadi pelajaran yang baik. Saya tidak memaknai hal itu sesuatu yang kurang baik tapi supaya kita belajar sama-sama sadar,” imbuhnya.

Tanpa persiapan yang baik, sambungnya, segala sesuatu itu akan terjadi amburadul dan akan berdampak buruk bagi daerah. “Dan saya kira dari pihak ITDC sudah kompromi mengenai marshal ini. Karena jam 4 ini (Rabu) kami akan bertemu denganya,” sambungnya.

BACA JUGA :  Warga Masih Abai, Polda Pertegas Sanksi

Zulkiefli juga mengatakan bahwa mengenai marshal ini harus orang yang profesional. Jika memang ada harapan orang lokal yang ikut terlibat, tentu sangat bagus. Karena dari pihak ITDC menilai marshal pada IATC banyak yang bagus dan bisa ikut dalam gelaran WorldSBK. “Karena tidak semua (marshal) di bawah standar. Tapi banyak juga yang bagus-bagus,” tuturnya.

Karena itu, akan diakomodir keterlibatan orang lokal sebagai marshal yang nanti akan didampingi dengan orang yang sudah berpengalaman. “Jadi nanti ada kombinasi untuk marshal ini. Tapi persoalannya dipilih oleh ITDC dan kita menyarankan tidak semua orang lokal tidak punya kemampuan dan  banyak yang bisa kita melakukan dengan disiplin. Jika masih kurang dikombinasikan saja karena waktunya mepet,” sarannya.

Pemprov sendiri, lanjutnya, tidak bisa menentukan hal tersebut melainkancuma sebatas memberikan saran. “Jadi ini saran kita sebagai pemda, karena bukan kita yang menentukannya. Apalagi ada anggapan kalau kita pemprov selaku penyelengara itu salah. Kita ini bagaimana memastikan kegiatan dapat berjalan lancar dengan melakukan fasilitasi dan lain sebagainya,” harapnya.

Untuk persoalan marshal ini, katanya, tetap diambil hikmahnya agar tidak terulang kembali kejadian seperti saat gelaran IATC yang ditunda lantaran marshal. “Jadi kalau sekadar marshal itu ada hikmahnya. Jangankan jadi marshal, NTB ini buat motor listrik yang canggih bisa kita buat. Apalagi sekadar marshal. Jadi jangan diragukan kapasitas orang lokal kita, tetapi orang lokal pun harus punya kerendahan hati untuk mau bersama-sama,” tambahnya.

BACA JUGA :  Dipecat tanpa Pesangon, Ratusan Karyawan IPDN Mengadu

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, M Nur Haedin yang dikonfirmasi soal kesiapan marshal menjelang WorldSBK mengatakan, sudah dipersiapkan bahkan sudah siap ditugaskan pada gelaran event berkelas internasional tersebut. “Ya saya lagi di sirkuit ini, sedang meeting, dan saya nggak mau komen soal itu (marshal). Pusing saya soalnya kalau marshal saja diurus. Kita mau persiapan balapan (WorldSBK). Masa bicara marshal,” ujarnya.

Edo, sapaan akrabnya yang enggan berkomentar banyak soal polemik masalah marshal yang saat ini santar menjadi sorotan. Pasca ditundanya race IATC lantaran kurangnya marshal sehingga gelaran IATC dijadwalkan ulang bersamaan dengan gelaran WorldSBK. “Kalau masalah marshal sudah selesai tidak ada lagi masalah udah selesai, udah lah. Kita sekarang ini bagaimana menyukseskan gelaran WorldSBK itu aja,” sambungnya.

Edo juga mengaku kesal karena beberapa hari terakhir ini persoal marshal saja yang disoroti awak media. “Masalah marshal sudah selesai. Itu-itu saja (ditanya) semua wartawan urusan marshal saja. Nggak sisi lainlah (diberitakan) bagaimana animo masyarakatlah, atau apa?. Sudahlah, masalah marshal karena sudah diserahkan ke tim soal itu,” sesalnya.

Saat ditanya soal jumlah marshal yang sudah disiapkan dalam gelaran WorldSBK, Edo mengatakan tidak membawa data jumlah marshal. Namun pihak tim penyenggara sudah mempersiapkan sesuai mekanisme dan ketentuan yang ada. “Kalau soal jumlah marshal saya nggak bawa data ini. Tapi kita sudah siapkan soal itu,” tutupnya. (sal)