Gubernur Rindukan Masyarakat Desa Rempung

TAUSYIAH : Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi memberikan Tausyiah usai melakukan peletakan batu pertama masjid Hubbul Wathan RW Setia Kawan, Desa Rempung, Kamis kemarin (20/10). (Bang, pakai satu photo saja yang paling cocok menurut side) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Peletakan batu pertama renovasi masjid Hubbul Wathan RW Setia Kawan, Desa Rempung Kecamatan Pringgasela Lombok Timur menjadi momentum melepas rindu antara Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dengan masyarakat setempat Kamis kemarin (20/10).

Kedatangannya disambut hangat warga. Apalagi warga setempat telah menganggap gubernur adalah gurunya yang telah lama tidak bertemu. “Saya rindu dengan masyarakat desa Rempung,” ujar gubernur saat memberikan ceramah.

 Kerinduan tersebut bukan tanpa sebab, sejak TGH Zainuddin Abdul Majid merintis organisasi Nahdhatul Wathan (NW), masyarakat desa Rempung sudah menjadi yang terdepan berjuang di bidang pendidikan. “Semoga generasi saat ini memiliki semangat yang sama dengan masyarakat terdahulu,” imbuhnya.

Khusus untuk masyarakat RW Setia Kawan yang menjadi lokasi masjid, gubernur memberikan apresiasi nama kampung tersebut. Istilah Setia Kawan lanjutnya, memiliki arti yang mendalam dan merupakan do’a kebaikan.  Diterangkan, makna Setia Kawan yaitu masyarakat saling menghormati, menghargai dan tolong-menolong. “Setia Kawan juga menurut para ulama harus berani membela orang yang dizolimi. Dan makna Setia Kawan yang paling tinggi yaitu mendahulukan kebutuhan orang lain daripada diri sendiri,” jelasnya di hadapan ratusan masyarakat yang hadir dari berbagai kampung.

Gubernur sendiri sangat mendukung renovasi masjid Hubbul Wathan yang sejak berdiri tidak pernah diperbaharui. Renovasi rencananya menjadi bertingkat harus dilakukan secara gotong-royong oleh semua elemen masyarakat.

Satu hal yang diingatkan dengan renovasi ini, jangan sampai hanya membangun masjid namun jarang diisi. Masyarakat diminta agar menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang sifatnya positif. “Gunakan untuk salat berjamaah, manfaatkan masjid dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga memberikan sumbangan ke panitia pembangunan masjid sebesar Rp 20 juta. Sumbangan ini dihajatkan untuk membantu proses renovasi yang sudah berjalan.

Gubernur tidak lupa menyentil soal pungutan liar (Pungli) yang saat ini menjadi sorotan. “Apakah disini semuanya sudah punya E-KTP ? Itu hak masyarakat yang didapatkan secara gratis, pemerintah desa tidak boleh mempersulit masyarakat. Apalagi meminta uang untuk E-KTP,” tegas gubernur.

Diungkapkan, gubernur menemukan fakta bahwa di beberapa desa masih terjadi pungli. Hak masyarakat yang seharusnya gratis mendapatkan E-KTP malah dimanfaatkan oleh oknum pemerintah desa melakukan praktik pungli. “Kalau di Rempung bayar atau gratis ? Laporkan saja kalau ada yang minta uang, tapi alhamdulillah kalau di Rempung tidak terjadi pungli,” katanya.

Selain melakukan peletakan batu pertama, gubernur juga mencukur rambut anak-anak kecil yang diyakini untuk mendapatkan keberkahan dari seorang ulama. Selain itu, kerinduan sang tuan guru dengan jamaahnya diobati dengan bersalam-salaman sepanjang jalan saat meninggalkan lokasi dari masjid ke kendaraan.

Sementara itu, Ketua panitia pembangunan masjid Hubbul Wathan RW Setia Kawan Desa Rempung, Ustadz Saefudin menyampaikan masjid Hubbul Wathan  sudah berdiri sejak lama dan tidak pernah direnovasi. Sementara jumlah penduduk semakin banyak sehingga masjid harus dibesarkan dan dibangun bertingkat untuk menampung jamaah.

Jauh sebelum Islamic Center diberikan nama Hubbul Wathan oleh gubernur, masjid di RW Setia Kawan sudah menggunakan nama itu. “Kedatangan gubernur semakin menambah motivasi kami untuk bergotong-royong menuntaskan pembangunan masjid Hubbul Wathan, yang kebetulan namanya sama dengan Islamic Center,” tutup Saefudin. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid