Gubernur Resmikan Sembalun Seven Summits

Louching: Gubernur NTB Zulkiflimansyah dan Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy saat me-lounching tujuh wisata puncak pendakian tertinggi (Sembalun Sevent Summits) Minggu (25/10). 9Ist for Radar Lombok)

SELONG –  Gubenur NTB Zulkieflimansyah dan Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy meresmikan tujuh wisata puncak  pendakian tertinggi  (Sembalun Seven Summits) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun, Minggu (25/10). Ketujuh wisata puncak pendakian tersebut digagas oleh  Komite Sembalun Seven Summits (S7S) yang merupakan kumpulan pemuda dan pelaku wisata petualangan yang berdomisili di Sembalun.

Konsep ini digagas untuk memberikan tantangan bagi wisatawan yang gemar mendaki. Ketujuh wisata pendakian tersebut ialah Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 Mdpl, Bukit Sempana 2.329 Mdpl, Bukit Lembah atau Gedong 2.200 Mdpl, Bukit Kondo 1.937 Mdpl, Bukit Anak Dara 1.923 Mdpl, Bukit Pergasingan 1.806 Mdpl dan Bukit Baon Ritif 1.500 Mdpl. “Kalau kita lihat, didepan kita ini menjulang tinggi perbukitan untuk kita daki. Dan menjelajahi jiwa kita,  semoga hari ini dengan di-launchingnya Sembalun Seven Sammits ini, bermamfaat bagi masyarakat dan selalu bersinergi,” kata Gubernur NTB, Zulkiflimansyah.

Dari tujuh wisata puncak pendakian itu yang paling menantang menurut Zulkiflimansyah, ialah  Bukit Bao Ritip. Untuk bisa sampai ke puncak bukit butuh perjuangan dengan jatah tempuh sekitar empat jam. Belum lagi akses jalanya yang terjal dan berliku -liku. Selain itu pendaki akan melewati Sungai Menterong. “Itulah keunikan Bukit Bao Ritip,” tutupnya.

Sementara itu Abdullah Malik, Ketua Komite Sembalun Seven Summits mengatakan,konsep wisata pendakian ini menyasar target wisatawan yang suka berpetualang dan suka akan tantangan (Challenge).  Adapun ide dan gagasan Sembalun Seven Summits terinspirasi dari konsep tujuh puncak gunung tertinggi di dunia (Word Seven Summits) dan Indonesia.” Ini murni ide dan gagasannya dari kami masyarkat lokal. Bisa dibilang Sembalun Seven Summits ini produk lokal,” jelas Hamka.

Dimana, ketujuh puncak tertinggi di kawasan Sembalun ini memiliki potensi tantangan wisata pendakian yang sulit dicari tandingannya, sejarah letusan Gunung Sembalun purba dan Gunung Samalas telah meninggalkan karakter unik geologi di kawasan Sembalun yang menarik untuk dikemas dalam konsep wisata pendakian yang menjadi bagian dari Sport Tourism.” Intinya ketujuh puncak bukit yang paling tinggi itu, mudah diakses dari Sembalun walaupun diantara bukit itu berada di luar wilayah Sembalun,” imbuhnya.

Tujuan dari konsep Sembalun Seven Summits itu sendiri yakni untuk membangkitkan pariwisata di Sembalun setelah dampak gempa dan pandemi Covid-19, juga memanfaatkan potensi perbukitan yang ada di Sembalun. Karena perbukitan-perbukitan yang ada si Sembalun ini membentuk suatau tantangan yang unik, termasuk Rinjani.” Selain itu, untuk menyejahterakan masyarakat Sembalun dan sekitarnya, serta untuk memacu roda perekonomian masyarakat dari sektor parwisata. Dan menjadi salah satau alternatif bagi para wisatawan jika Rinjani ditutup,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Hamka, mengatakan, konsep Sembalun Seven Saummits ini, memberikan pengakuan dan penghargaan kepada siapa saja yang sudah pernah menggapai ketujuh puncak bukit tertinggi di Sembalun termasuk Rinjani. Dan tidak ada batasan waktu meskipun peserta sudah pernah menggapainya misalnya sepuluh tahun yang lalu. Tentunya dengan bukti photo dan videonya berda di ketujuh puncak bukit dan Rinjani.” Yang di sebut finisher itu, kan sudah pernah menggapai ketujuh puncak yang ditetapkan oleh komite dan berhak diberikan status  sebagai finisher,” tuturnya. 

Hamka juga memaparkan, Komite Sembalun Seven Summits ini bukan sebagai pengelola salah satu bukit yang ada di Sembalun dan bukan sebagai Tour Operator (TO) jasa parwisata, namun Komite Sembalun Seven Summits adalah hanya memfasilitasi, mengesahkan orang dan yang berhak menentukan sah atau tidaknya seorang menjadi finisher.” Dan kita, bukan pengelola kegiatan dan bukan pengelola bukit-bukit juga. Finisher atau pesereta itu regitrasinya di masing-masing pengelola bukit, jadi di kita itu tidak ada registrasi atau pendaftaran. Kecuali mereka bertanya bukit mana saja yang termasuk dalam Sembalun Seven Summits. Itu salah satu keunikannya juga,” paparnya.

Aturannya sudah jelas di masing-masing penglola bukit maupun di Gunung Rinjani, begitu juga larangannya. Jika salah satu finisher melanggar aturan yang ditetapkan oleh para pengelola, maka seorang peserta tidak berhak disebut sebagai finisher Sembalun Seven Summits. Dan akan di beri sanksi yakni akan di-black-list dari finisher Sembalun Seven Summits.” Ya misalnya salah satu peserta calon finisher, melanggar aturan misalnya terbukti berbuat asusila di salah satu bukit atau menebang pohon dan membakar hutan. Itu bisa menggugurkannya sebagi finisher,” ketusnya.

Adapun harapan dan target kedepannya dari komite itu sendiri, setelah di-launching dan diresmikannya. Sembalun Seven Summits (S7S) oleh Gubernur NTB itu adalah bisa memberi dorongan semangat kepada masyarakat Sembalun khususnya dan para pengelola bukit yang ada di Sembalun, agar lebih memperkenalkan Sembalun Seven Summits di kancah nasional maupun internasional.” Kedepan kita ingin para wisatawan petualangan itu datang ke Sembalun, dan orang semakin mengetahui Sembalun itu punya potensi sebagai satu kawasan wisata petualang terpadu. Dan kami mintak kepada bapak Gubernur NTB, Bupati Lotim, Kepala Balai TNGR, dan Kadispar NTB untuk berkenan menjadi pembina Sembalun Seven Sammits ini untuk menuju kancah internasional,” tutup Hamka.(lie)