Gubernur Promosikan Global Hub Kayangan

FORUM INVESTASI : Gubernur NTB, TGKH M Zainul Majdi berbincang-bincang dengan perwakilan Kedutaan Besar Kroasia di sela-sela forum investasi yang digagas Pemprov NTB di Westin Hotel Jakarta, Jumat malam lalu (3/3). (HUMAS PEMPROV NTB FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gubernur TGH Zainul Majdi mempromosikan rencana pembangunan Global Hub Kayangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada  forum investasi yang digagas Pemprov NTB di Westin Hotel Jakarta, Jumat malam lalu (3/3).

Forum investasi ini hanya fokus mempromosikan peluang investasi pada bandar internasional Kayangan ini.  Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sopian Djalil, pejabat utama kementerian/lembaga terkait Global Hub, Duta besar (Dubes) Negara-negara sahabat, para investor dari berbagai negara.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB juga hadir seperti wakil ketua DPR-RI Fahri Hamzah, anggota DPR-RI Kurtubi, Syafruddin, Ermaliana dan anggota DPD-RI Baiq Dyah Ratu Ganefi. Sedangkan dari daerah pejabat Pemprov, Bupati KLU H Najmul Ahyar, Tim Ahli Global Hub dan lain sebagainya. "Saya hadir disini dan mengundang bapak-ibu, untuk menegaskan bahwa Bandar Kayangan ini adalah prioritas kami di NTB dan juga insya Allah akan menjadi prioritas kita semua," ujar Gubernur TGH M Zainul di hadapan seluruh undangan  seperti tertuang dalam siaran pers Pemprov NTB yang diterima koran ini kemarin.

[postingan number=3 tag=”gubernur”]

Proyek bandar Kayangan sendiri belum menjadi direktif utama Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Apalagi, sampai saat ini Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) belum direvisi sehingga pembangunan belum bisa dimulai. Revisi RTRWN masih berada di meja Presiden Jokowi dan belum ditandatangani.

Meskipun begitu, pemprov tetap berupaya mendatangkan investor. Mengingat, mimpi besar terbangunnya  bandar Kayangan diyakini akan mampu menunjukkan eksistensi Indonesia sebagai poros maritim dunia di masa depan. "Oleh karena itu, regulasi-regulasi yang menjadi wewenang kami di daerah akan dipermudah," ujar gubernur.

Ditegaskan, pemprov dan juga Pemkab Lombok Utara telah berkomitmen kuat untuk mewujudkan pembangunan bandar Kayangan ini. Hal itu bisa terwujud, tentunya jika semua pihak dari daerah sampai pusat bersungguh-sungguh mempercepat semua prosesnya. "Kami siap membantu sepenuhnya agar bandar Kayangan menjadi kenyataan dalam waktu tidak terlalu lama," tegasnya.

Di tempat yang sama, tim inisiator Global Hub, Dr Son Diamar menyampaikan, bandar Kayangan direncanakan seperti Singapura kedua. Nantinya akan menjadi kawasan industri tempat berlabuhnya kapal-kapal bisnis dan perdagangan internasional.

Mega proyek tersebut, tentunya membutuhkan investasi besar. Namun ia yakin semua itu akan bisa diwujudkan dalam waktu dekat. "Ini lokasi harapan, kalau kapal-kapal besar datang dan bawa barang, maka akan ramai. Tentunya peluang besar untuk membangun berbagai fasilitas penunjang seperti rumah, mal dan lain sebagainya," ujar Dr Son.

Dalam pembangunan mega proyek tersebut, direncanakan menggunakan pola public private people partnership (P-4), yang dalam bahasa Indonesia sering disebut kerja sama pemerintah dan swasta (KPS). "Kami mengajak para investor untuk bergabung dalam pembangunan Global Hub Bandar Kayangan," ucapnya.

Beberapa hal yang telah dilakukan sejauh ini membuat masterplan, melakukan server teknis untuk memastikan kesiapan proyek, melakukan sosialisasi tentang pembangunan bandar Kayangan kepada masyarakat pemilik lahan. Selain itu, upaya memantapkan proyek agar menjadi prioritas pembangunan nasional juga terus diupayakan.

Menteri ATR, Sofyan Jalil berjanji akan membantu proses pembangunan mega proyek tersebut. Terutama dalam hal pengaturan pertanahan agar bisa menciptakan kegiatan ekonomi yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat. "Kami juga tentu memberikan kepastian investasi bagi para penanam modal," katanya.

Para wakil rakyat di DPR-RI juga memberikan dukungan yang kuat. Misalnya saja Dr Kurtubi, yang menilai pembangunan global hub harus diintegrasikan dengan pembangunan kilang minyak. Hal itu penting dilakukan untuk efisiensi distribusi, terutama memenuhi kebutuhan Indonesia Tengah dan Timur.

Menurutnya, suatu saat nanti bandar Kayangan akan berfungsi sebagaimana Rotherdam Port di Belanda. Namun, untuk pembangunan bandar Kayangan ini   membutuhkan tenaga listrik yang besar mencapai 1.000 Mega Watt (MW). "Kelak juga bisa untuk memenuhi kebutuhan pertambangan, pembangunan smelter di KSB dan hilirisasi industri lainnya," terang politisi Nasdem tersebut.

Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah juga optimis proyek tersebut bisa terwujud. Apalagi Indonesia saat ini tidak lagi Jawa sentris. Pembangunan yang dilaksanakan bergerak ke timur seperti NTB. "Lombok kedepan sebagai pulau jasa dan Sumbawa sebagai kawasan industri berat," ucapnya.

Acara ini diakhiri tanya jawab dan dialog dengan sebuah optimisme bahwa bandar Kayangan harus terus diperjuangkan bersama. Para perwakilan duta besar seperti dari Yordania, Kroasia, China dan lain sebagainya sangat antusias mengenal lebih dalah rencana pembangunan bandar  Kayangan ini. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid