Gubernur NTB Minta Aparat Kejar Penyebar Hoaks

TGB
TGB (republika.co.id)

MATARAM – Gubernur NTB TGB HM. Zainul Majdi meminta aparat mengejar akun-akun penyebar hoaks. “Saya minta aparat mengejar netizen yang masif menyebarkan hoaks. Itu sangat mengganggu yang menyebabkan banyak masyakat kita mengungsi keluar,” ungkapnya. 

Bagi gubernur, hoaks yang membuat masyarakat resah beberapa waktu terakhir tidak boleh dibiarkan. Diantaranya berita tentang akan terjadinya gempa susulan yang besar dan diikuti tsunami. “Ini yang paling membuat masyarakat resah sehingga banyak yang belum berani balik,”pungkasnya.

BACA JUGA: Presiden Ajak Pengungsi Nobar Penutupan Asian Games

Selama musibah gempa terjadi, ada banyak berita hoaks yang menyebar di media sosial dan membuat masyarakat resah mulai dari isu gempa susulan, maling, korban bencana tak terurus, hingga hoaks yang menyulut sentiment SARA (suku, agama, ras dan antargolongan. Pemerintah bersama aparat telah melakukan penyelidikan namun hingga saat ini belum ada satupun sanksi yang telah diberikan kepada pembuat ataupun penyebar hoaks. “ Selama ini pemerintah meluruskan info yang tidak benar. Ada beberapa akun kita selidiki,” ungkap Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rosarita Niken Widiastuti saat berada di Mataram, Sabtu (1/9).

Meski beberapa akun media sosial sedang diselidiki, belum ada satupun yang diblokir. Ia menegaskan  siapapun pembuat atau penyebar hoaks akan ditindak tegas. “ Kalau sudah langgar norma dan aturan yang ada, ditindaklanjuti kepolisian. Kalau ada masyarakat yang laporkan akun tertentu agar diblokir, kita blokir jika sebarkan hoaks. Saat ini masih penyelidikan beberapa akun,” ucapnya. 

Para pelaku pembuat dan penyebar hoaks bukan saja belum ditangkap atau diberikan sanksi , pemerintah juga mengaku belum mengetahui modus penyebaran hoaks tersebut. “ Kami belum bisa tarik kesimpulan apakah hoaks karena iseng atau ada tujuan tertentu. Kami juga belum petakan apakah itu akun asli di NTB atau dari luar,” terangnya. 

BACA JUGA: Bantuan Mulai Minim, Masyarakat Harus Bangkit

Berita bohong atau hoaks yang menyebar menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Bahkan informasi menyesatkan tersebut membuat banyak orang NTB ingin keluar dari kampung halaman mereka. 

Jenis hoaks yang menjadi perhatian diantaranya soal gempa besar, tsunami, korban bencana kurang dapat perhatian dan lain-lain. “ Saya dapat laporan langsung dari masyarakat, mereka panik bahkan ingin pergi dari NTB karena isu gempa susulan. Ada juga orang yang makan sayur dipelintir, seolah-olah tidak ada makanan sehingga terpaksa makan daun. Padahal itu kan enak, saya saja suka,” katanya. 

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut