Gubernur NTB : Keputusan Pil Pahit untuk Memohon agar Salat Ied di Rumah

MATARAM-Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang diperbolehkannya salat ied di tempat terbuka bagi daerah-daerah yang dinyatakan bebas corona. Tidak lama kemudian SKB tersebut dicabut dengan dikeluarkan keputusan terbaru yang mengatur tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19. Keputusan itu diterbitkan pada Selasa malam, 19 Mei 2020 lalu.

Gubernur NTB yang sering disapa Bung Zul curhat soal keputusan yang telah dikeluarkan tersebut, melalui akun facebook media sosial peribadinya. Ia sangat memahami, bagi semua umat muslim ingin menyelenggarakan salat ied seperti biasanya dilakukan di masjid maupun di lapangan terbuka secara berjemaah. Namun dengan adanya pendemi covid-19 ini masyarakat diminta untuk melaksanakan di rumah masing-masing. “Tentu ingin sekali Kita semua menyelenggarakan Salat Ied di Lapangan. Mengumandangkan Takbir, mengagungkan kebesaran Allah setelah kita melaksanakan Ibadah Ramadhan,”tulis Bung Zul.

Kemudian, lanjutnya, setelah salat, ada salam-salaman, bertemu dengan keluarga dan sahabat sahabat lama. rindu dan nostalgia bercampur menjadi satu.   “Ini tentu terasa sekali bagi mereka yang pulang kampung, momen yang sangat indah dan tak akan terlupakan,”ungkapnya.

Dengan mewabahnya covid-19 tentu juga berdampak kepada tradisi masyarakat yang biasanya menjelang hari raya Idul Fitri tidak luput untuk membeli pakaian baru. Baik datang ke mall, ke toko-toko pakaian dan lain-lain juga bagian tak terpisahkan dari momentum Idul Fitri yang selalu kita rayakan. Jadi wajar kalau kemudian banyak yg bertanya, kenapa harus Salat Ied di rumah dan bukan di lapangan? Kenapa mall dan toko-toko harus ditutup? “Kita terpaksa mengambil keputusan yang berat ini selain karena arahan pemerintah pusat juga karena hasil musyawarah dengan MUI, Kementerian Agama, TNI, Polisi, Kabinda, dan Gugus Tugas Penanganan Covid NTB, dan lain-lain,” terangnya dalam tulis yang diposting kemarin pukul 21 : 48 Wita.

Bung Zul klim penanganan pandemi Covid-19 di NTB sudah sangat baik dan terkendali. Dan ia yakin kondisi saat sekarang ini akan berakhir dengan perlahan lahan. “Penanganan pandemi di NTB sudah sangat baik dan terkendali. Kalau tidak ada aral merintang, kita segera akan panen jumlah orang yg sembuh dalam jumlah sangat banyak di NTB ini. Insya Allah,”ujarnya.

“Kami tidak mau mengambil risiko dgn sedikit melonggarkan kemudian akan muncul cluster baru yg membuat kita harus memulai proses pengendalian pandemi dari awal lagi. Bergelut dgn berbagai keterbatasan alat dan prasarana yg membuat tenaga2 kesehatan kita harus menyabung nyawa demi menyembuhkan banyak pasien kita,”sambungnya.

Ia juga sadar, betapa beratnya meninggalkan kebiasaan salat bersama di lapangan. “Tapi kalau kami mengingat berbagai kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi, Pil Pahit untuk memohon agar Sholat Ied di rumah dan menutup sementara tempat-tempat yang memungkinkan hadirnya kerumunan memang terpaksa harus kita telan,”katanya.

Contoh sederhana saja, lanjutnya, yang positif Corona di NTB hingga kini sudah lebih dari 400 orang. Dari hasil tracing yang dilakukan pihaknya, 400 orang ini sudh berinteraksi dengan lebih dari 5 ribuan orang. Ya, mereka sudah berinteraksi deang lebih dari 5 ribuan orang dan 5 ribuan orang ini Tanpa Gejala apa-apa dan kini tersebar di seluruh Kab/Kota di NTB.

“Tentu kita tak ingin ini terjadi, tapi terbayang tidak apa yang akan terjadi jika kerumunan tak bisa kita elakkan dan dari 5 ribuan ini ada yang menularkan kepada yang lain yang ikut berkumpul di berbagai tempat di seluruh desa2 dan kecamatan di Provinsi yg kita cintai ini?,”tanya seraya memberikan sebuah contoh.

Dikatakan juga, belum lagi dengan pulangnya 4 ribuan masyarakat NTB yang merupakan para tenaga kerja atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah selesai kontraknya dari berbagai negara kembali pulang ke daerahnya. “Oleh karenanya dengan berat hati dan terpaksa, kami memang harus meminimalisir berbagai hal yang memungkinkan kerumunan itu terjadi,”lanjutnya.

Di samping, katanya, selain karena arahan dari lemerintah pusat, inilah sesungguhnya yang menjadi alasan utama kenapa pihaknya mengambil keputusan untuk memohon dan mengimbau masyarakat untuk Salat Ied di rumah dan menutup sementara mall dan toko pakaian. “Kami sadar, tidak mungkin kami melarang saudara-saudara kami yang ingin melaksanakan salat bersama-sama di lapangan. Kami hanya memohon untuk menghindari berbagai kemungkinan yg buruk terjadi. Kita semua melaksanakan Sholat Ied di rumah saja,”ujarnya.

Di akhir tulisannya, Bung Zul berdoa semoga yang melaksanakan dijauhkan dari wabah dan musibah sehingga daerah NTB segera pulih dari pandemi covid-19 ini. “Semoga Allah memaafkan kita semua dan Allah akan segera hadirkan keberkahan dan ketenangan di Tanah air kita ini. Amiin,”doanya. (sal).