Gubernur NTB Ajak Penyuluh Pertanian Tingkatkan Kemampuan

H. Zulkieflimansyah (ANTARA/NUR IMANSYAH)

MATARAM (ANTARA)—Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Zulkieflimansyah, mengajak para penyuluh pertanian untuk terus meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam melakukan penyuluhan kepada petani di wilayah itu sehingga produktivitas menjadi meningkat.

“Menjadi penyuluh tidak mudah butuh kesabaran yang ekstra dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujar Zulkieflimansyah pada acara Temu Karya Penyuluh 2022 dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Mataram, Sabtu.

Ia mengutarakan harapannya kepada seluruh penyuluh agar tidak melihat kebahagiaan hidup dari besaran honor yang diberikan. Melainkan bagaimana profesi yang ditekuni tersebut.

Baca Juga :  Bimtek Penyuluh Tingkatkan Produksi Petani Cabai di NTB

“Jangan melihat kebahagiaan hidup itu dari besaran imbalan-nya saja. Karena saya tidak pernah melihat profesi yang mendekatkan kita kepada ketenangan dan kebahagiaan selain penyuluh pertanian,” ujarnya.

Gubernur Zulkieflimansyah mengapresiasi kepada seluruh penyuluh pertanian yang telah berjuang dan berkorban untuk para petani di wilayah NTB.

“Atas nama Pemprov NTB, menyampaikan terimakasih dan apresiasi berkat perjuangan dan pengorbanan yang tidak mengenal waktu dan tidak kenal lelah, akhirnya NTB termasuk lumbung pangan nasional di republik Indonesia ini,” sanjung orang nomor satu di NTB tersebut.

Baca Juga :  30 Penyuluh Pertanian Dibekali Pengetahuan Tentang Anomali Iklim

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, H. Fathul Gani mengatakan penyuluh pertanian harus menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan masalah pertanian di wilayah kerja masing-masing.

Untuk itu, Fathul Gani mengapresiasi kepada para penyuluh karena produksi pertanian terutama beras di NTB meningkat signifikan dari tahun 2021-2022.

“Pada tahun 2021 tingkat produksinya mencapai 897 ribu ton. Alhamdulillah berdasarkan data BPS terbaru tahun 2022 produksinya meningkat signifikan menjadi 921 ribu ton,” kata Fathul Gani. (Nur Imansyah/M Razi Rahman)

Komentar Anda