Gubernur Minta Promosi Bank Syariah yang Mudah Dipahami

DR TGH M Zaenul Majdi (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Gubernur Provinsi NTB, Dr TGH Muhammad Zainul Majdi, meminta perbankan syariah untuk mempermudah istilah nama-nama produk yang ditawarkan, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat.

Nama atau istilah produk yang mudah dimengerti oleh masyarakat, akan menjadi ajang promosi yang yang efektif dalam mendorong masyarakat lebih familiar dengan perbankan syariah.

“NTB dikenal sebagai salah satu daerah yang hampir 90 persen dari jumlah penduduknya menganut agama Islam. Tapi persentase ketertarikan masyarakat terhadap perbankan syariah masih terbilang rendah,” kata Zainul Majdi yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang), di sela membuka seminar nasional dan sosialisasi buku perjalanan perbankan syariah di Indonesia di Aula Kantor Bank Indonesia Perwakilan NTB, beberapa waktu lalu.

Gubernur mengatakan, pertumbuhan perbankan syariah di NTB hanya delapan persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan perbankan syariah secara nasional yang hanya sebesar lima persen.

Hanya saja lanjut Gubernur Majdi, pertumbuhan tersebut masih didominasi oleh para pemuka agama yang mayoritas mengelola pondok pesantren dan insititusi pendidikan yang ada di ponpes tersebut baik itu pendidikan dasar, menengah dan juga pendidikan tinggi.

Sementara masih sebagian kecil masyarakat umum yang memanfaatkan layanan perbankan syariah, hanya oleh masyarakat yang memahami dengan system perbankan syariah.

Karena itu, Gubernur Majdi mendorong peran semua elemen masyarakat , lebih utama lagi tuan guru selaku tokoh agama dan masyarakat di daerahnya masing-masing untuk mengambil peran aktip dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pelaksanaan perbankan syariah. Dengan demikian masyarakat secara lebih luas dan lebih masif memahami konsep syariah itu dengan baik.

“Ketidak pahaman masyarakat tersebut bukanlah salah kita. Namun itu merupakan kekurangan kita,’’ kata Gubernu Majdi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Prijono menyebutkan, bahwa pada triwulan I 2016, pembiayaan yang disalurkan oleh bank umum syariah di Provinsi NTB mencapai Rp1,97 triliun atau meningkat 4,20 persen year on year (yoy).

Seiring dengan peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit pada bank umum secara keseluruhan, pembiayaan yang disalurkan oleh bank umum syariah mengalami peningkatan pertumbuhan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 3,58 persen (yoy).

Penyaluran pembiayaan syariah di Provinsi NTB selain dilakukan oleh bank umum syariah yang berlokasi di Provinsi NTB juga dilakukan kantor bank umum syariah di luar Provinsi NTB. Jika dihitung berdasarkan lokasi proyek, pembiayaan bank umum syariah pada triwulan I 2016 mencapai Rp2,25 triliun atau tumbuh sebesar 6,05 persen (yoy). “Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2015 yang sebesar 5,70 persen yoy,” pungkas Prijono. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid