Gubernur Dipilih Sebagai Duta ASI

DUTA ASI : Menkes RI, Nila Djuwita F Moeloek menyematkan Pin Duta ASI kepada Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dalam acara pencanangan Germas, Rabu kemarin (29/3) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi terpilih sebagai Duta Air Susu Ibu (ASI).

Terpilihnya gubernur, karena Provinsi NTB adalah salah satu provinsi dengan cakupan ASI eksklusif tertinggi di Indonesia. Peneguhan gubernur sebagai Duta ASI ditetapkan dalam acara Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Provinsi NTB di Mataram, Rabu kemarin (29/3). Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI dr Nila Djuwita F Moeloek.

Gubernur   TGH M Zainul Majdi dalam sambutannya menyampaikan, dirinya mengapresiasi atas penghargaan yang diberikan sebagai Duta ASI. “Saya sangat mengapresiasinya. Gizi buruk bisa dihindari jika para ibu bisa memberikan ASI eksklusif kepada anak mereka,” ujarnya, Rabu kemarin (29/3).

[postingan number=3 tag=”mataram”]

Kepada semua pihak, gubernur mengajak agar melakukan upaya bersama-sama memberikan penyadaran kepada masyarakat, terutama-ibu bahwa memberikan ASI kepada anak-anaknya sangat penting. “Hak anak yang paling penting untuk dipenuhi adalah dengan memberikan ASI yang terbaik dan eksklusif,” yakinnya.

Menurut gubernur, Provinsi NTB menyadari isu kesehatan sangat penting dan strategis. Namun, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat tidak cukup dengan alokasi anggaran yang tinggi. “Provinsi NTB telah mengalokasikan anggaran yang cukup tinggi dalam bidang kesehatan sebesar 10 persen. Namun, hal itu belum cukup untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, butuh kesungguhan dari berbagai pihak terutama keterlibatan dari masyarakat,” katanya.

Dikatakan, dengan selalu bersyukur dan mengkonsumsi makanan yang halal merupakan salah satu cara sederhana untuk hidup sehat, baik lahir maupun bathin. “Perlu juga kita rubah persepsi kalau makanan lokal itu makanan yang tidak bergizi. Makanan local justru bergizi tinggi seperti singkong dan daun kelor,” ucapnya.

Gubernur juga tidak lupa mengajak untuk memulai kebiasan cuci tangan. Hal itu merupakan salah satu cara preventif yang baik untuk mencegah berbagai macam penyakit.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek menyampaikan, Germas dicanangkan pada 15 November 2016 di Bantul. “Germas lahir karena melihat pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilakukan oleh seluruh masyarakat tidak hanya dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Menurut Menkes, Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat. Ditambah lagi dengan sanitasi lingkungan serta ketersediaan air bersih yang masih kurang memadai di beberapa tempat.

Indonesia sendiri tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare menjadi penyakit tidak menular (PTM), seperti Stroke, Jantung, dan Kencing manis.

Serangkaian dengan kegiatan pencanangan Germas dilakukan pula penandatanganan MoU antara Litbangkes Kementerian Kesehatan RI dengan Gubernur NTB, penelitian dan pengembangan kesehatan di Provinsi NTB dan penyematan Pin Duta ASI oleh Menteri Kesehatan kepada Gubernur NTB. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid