Gubernur Berharap Pembangunan Sirkuit MotoGP Tuntas Februari

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah (tengah) bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (paling kanan) saat konfrensi pers usai acara tasyukuran Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke 62 tahun bertempat di Ruang Utama Kantor Gubernur, Kamis (17/12). (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM–Pembangunan lintasan sirkuit balap motor internasional MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tangah terus dikebut penyelesaian meski sempat terkendala masalah sengketa lahan.

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah menyampaikan kendala soal lahan ini mengakibatnya molornya proses pengerjaannya pada awal pembangunannya. “Alhamdulillah kemarin itu memang kita ingin segara selesai masalah infrastruktur. Tapi yang menjadi salah satu kendala kemarin itu adalah lahan di sirkuit itu masih ada yang mengklaim,”akuinya saat konfrensi pers usai acara tasyukuran Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke 62 tahun bertempat di Ruang Utama Kantor Gubernur, Kamis (17/12).

Menurutnya, jika berdasarkan hukum tentu yang mempunyai hak atas lahan adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) sebagai pengelola KEK Mandalika karena bukti hukum yang kuat. Tapi penyelesaian dilakukan dengan persuasif, komunikasi hangat dengan penuh kekeluargaan sehingga kegaduhan itu tidak terjadi.

Ia pun memberikan apresiasi kepada tim independen yang dibentuk untuk penyelesaian masalah lahan tersebut, sehingga dapat diselesaikan dengan baik. “Alhamdulillah kami apresiasi kepada tim khusus independen yang kami bentuk yang terdiri dari teman-teman dari kepolisian, TNI dan lain sebagainya supaya betul-betul mantap penyelesaiannya dengan badan pertanahan dan lain sebagainya. Tapi alhamdulillah semuanya sudah selesai sesuai skedul,”ucapnya.

Gubernur berharap pengerjaan fisik lintasan ini segera tuntas. Jadi, ketika Dorna sebagai tim penyelenggara MotoGP nanti turun memperiksa kesiapan sirkuit ini pada bulan Februari 2021, maka sudah siap. Lalu pada bulan Juni sudah bisa dipakai untuk latihan. “Tapi kalau kita lihat jadwal untuk bulan November itu sudah keluar untuk (balapan)  superbike. Kami optimis sebelum superbike itu insya Allah sirkuit kita sudah selesai, sehingga mampu digunakan oleh MotoGP,”terangnya.

Tapi semua itu, lanjutnya, tergantung kondisi perkembangan Covid-19 yang saat ini masih mewabah di Indonesia. “Tentu semua ini tergantung pada kondisi Covid, karena bagaiamanpun di beberapa negara seperti Turki kemudian Jerman, Belanda dan lain sebagainya ada second replay lagi. Semoga ini tidak terjadi sama kita,”harapnya.

Selain soal progres pembangunan sirkuit MotoGP, gubernur juga menjelaskan soal penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pada momentum peringatan HUT ke 62 Provinsi NTB. Hadir juga Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Kerja sana NTB dengan Jabar ini dalam rangka menyambut perhelatan akbar di Mandalika tahun depan, salah satunya MotoGP. Untuk menyambut event
berskala internasional tesebut, NTB sangat membutuhkan bantuan dari Pemprov Jabar terutama dalam melatih UMKM di NTB agar mampu menghasilkan produk-produk kerajinan yang berkualitas. 

Ia juga mengatakan, bahwa saat ini di Jabar sudah ada komite yang bernama KREASI atau Komite Ekonomi Kreatif & Inovasi. Lembaga ini dibentuk  untuk mendorong kolaborasi pemangku kepentingan ekonomi  kreatif dalam melahirkan kreativitas dan inovasi yang  memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu gubernur juga berharap akan ada direct flight antara NTB dengan Jabar. Sehingga nantinya orang-orang Jabar bisa menghabiskan waktunya untuk berlibur menikmati keindahan alam NTB. Begitu juga sebaliknya orang NTB bisa berkunjung ke Bandung.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil juga mengatakan, sejarah kedekatan NTB dengan Jabar sudah berlangsung lama. Bahkan salah satu Gubernur NTB pada periode 1968-1979 adalah asal Tasikmalaya. Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa hubungan kedua daerah antara NTB dengan Jabar sudah sedemikian erat. Untuk itu ia mengajak semua pihak untuk membangun Indonesia. Membangun Indonesia tidak perlu dikotak-kotakkan. Oleh karena itu ia juga mengajak semua pihak untuk mengurangi kata kompetisi dan memperbanyak kata kolaborasi.

Dalam pandangan Kang Emil, event MotoGP 2021 di Mandalika bukan hanya kebanggaan bagi NTB saja, namun telah menjadi kebanggaan seluruh Indonesia. Maka dari itu hukumnya wajib bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung NTB.
Sebagai bentuk dukungan tersebut, Gubernur Jabar akan mengirimkan orang-orang kreatif Bandung untuk mendukung teknis acara dari sisi produk-produk untuk menyambut MotoGP.

Kerja sama yang dibangun ini diharapkan akan mampu mengalihkan teknologi dan transfer ilmu, sehingga pada saat kebangkitan pariwisata NTB sistem ekologi dari kreativitas sudah terbentuk. Kang Emil mengungkapkan kedatangannya ke NTB dengan membawa tim besar, yang terdiri dari tim ekonomi dan perbankkan. Tujuannya untuk melakukan survei langsung terhadap potensi-potensi yang akan dikerjasamakan antara NTB dengan Jabar. (sal)