Gubernur Bantah Langgar Prokes Covid-19

Zulkieflimansyah (Faisal Haris/Radar Lombok)

MATARAM – Gubernur NTB Zulkieflimansyah menanggapi soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 usai menghadiri turnamen Gubernur Cup 2022 di Lapangan Semangka Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Rabu (19/2) lalu.

Kehadiran dalam ajang tersebut bersama Bupati Bima, Indah Damanyanti Putri dengan para pejabat pemerintah lainnya. Gubernur NTB sempat dikerumuni warga yang tumpah ruwah di lapangan tanpa memperhatikan prokes jaga jarak saat menyaksikan laga final Gubernur Cup 2022 antara Sape Putra United melawan Wera FC.

Untuk itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menjelaskan, bahwa turnamen Gubernur Cup 2022 tidak diselenggarakan oleh pihak pemerintah melainkan murni diselenggarakan oleh masyarakat setempat. Sehingga dirinya hadir atas undangan dari pihak penyelenggaran untuk memberikan penyemangat kepada masyarakat yang hadir disamping sebagai ajang kegiatan vaksinasi Covid-19. “Jadi bukan kita yang menyelenggarakan. Tetapi masyarakat kan antusias. Kecuali kalau Gubernur Cup penyelenggaranya kita mungkin orang-orang bertanya-tanya, tapi sekarang adu ayam tingkat kampung saja pengen namanya Gubernur Cup supaya banyak datang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dalam penyelenggaran turnamen Gubernur Cup 2022 di Bima pihaknya mencari cara agar kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat. Karena menggumpulkan masyarakat tentu tidak mudah apalagi dengan jumlah skala besar. Maka dirinya menyangkupi menghadiri acara tersebut dengan syarat masyarakat dibagikan masker dan menjaga protokol kesehatan. “Dan sebelum masuk nonton masyarakat di vaksin dulu. Karena sekarang ini tugas utama adalah mempercepat vaksinasi lebih masif,” ujarnya.

BACA JUGA :  WALHI Investigasi Lokasi Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Terlebih sebentar lagi, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP dan berbagai event sport, sehingga Pemda NTB terus menggalakkan pelaksaan vaksinasi dosis pertama di atas 80 persen khusus di Kabupaten Bima. “Bahkan untuk divaksin itu, kita kasi doprezz hadiah sepeda motor, handphone dan lain-lainnya. Terus apa masalahnya kalau begitu, vaksinnya kita dapat, protokol kesehatan ditegakkan supaya masyarakat bisa bertemu gubernur kan gitu,” tambanya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh penonton yang menyaksikan laga final Gubernur Cup 2022 di faktanya tetap menggunakan masker. Bagitu juga dirinya tetap menggunakan masker. Meski tidak bisa dipungkiri jika memang terjadi kerumunan. “Saya kan juga pakai masker. Karena masyarakat juga ingin melihat wajah kita, masa kita tidak bisa buka masker ketika orang pengen lihat wajah kita,” tandasnya.

Untuk itu Ia membantah jika dirinya diangkap tidak menggunakan masker, apalagi tidak patuh terhadap prokes. Karena pada prinsipnya dalam penyelenggaran laga final turnamen Gubernur Cup 2022 sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan dijadikan sebagai ajang untuk sosialisasi kegiatan vaksinasi Covid-19. “Jadi penyelenggaran turnamen Gubernur Cup 2022 sudah sesuai dengan penerapan prokes. Bahkan kita juga jadikan sebagai ajang vaksinasi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Organda Tolak Kenaikan Tarif Penyeberangan Kayangan–Pototano

Apalagi lagi saat sebelum laga final, pihak Pemda NTB telah menyediakan gerai vaksin di lapangan Semangka Sape Bima. “Dan alhamdulillah dengan adanya hal-hal seperti itu kita capai angka lebih. Kita tahu angka vaksinasi di Bima dosis kedua baru 20 persen waktu itu,” sambungnya.

Di sisi lain gubernur mengakui bahwa masyarakat di NTB pada dasarnya sudah terlalu lelah dengan pandemi Covid-19 sehingga sulit mengumpulkan orang meski hanya sekadar melakukan vaksinasi. Sehingga berbagai upaya terus dilakukan pemerintah agar masyarakat dapat divaksinasi. Salah satunya dengan event kegiatan olahraga. “Makanya kita tidak boleh abai dengan prokes kesehatan oleh karena itu udahlah seperti nasihat presiden vaksin terus karena dengan vaksinasi kita akan aman dari virus ini,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua PSSI NTB, H. Mori Hanafi yang diminta tanggapan soal dugaan pelanggaran prokes dalam kegiatan turnamen sepak bola Gubernur Cup 2022, tidak bisa berkomentar banyak karena turnamen tersebut tidak diselenggarakan resmi oleh PSSI. “Kami nyatakan piala gub tidak masuk agenda resmi jadi kami tidak bisa komentar,” singkatnya. (sal)