Gubernur Bangga Menjadi Santri

DICIUM : Tangan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dicium oleh salah satu santri di Islamic Center, Rabu kemarin (12/10).

MATARAM – Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengaku sangat bangga  menjadi santri.  Semua pencapaiannya saat ini pun tidak lepas dari bekal yang telah didapatkan di pondok saat menjadi santri. Kebanggaan gubernur itu  disampaikan di hadapan 604 santri/santriwati se-Pulau Lombok saat memberikan sambutan pada acara Budaya Penulisan Mushaf Alquran di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Rabu kemarin (12/10).  “Saya bangga menjadi santri. Saya bangga karena seluruh jenjang pendidikan saya itu, saya habiskan di pondok. Dengan bekal itulah, dengan karunia Allah, alhamdulillah saya dapat menempuh kehidupan lebih baik," ucap gubernur.

Budaya Penulisan Mushaf Alqur'an digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB dalam  rangka Gebyar Hari Santri, tanggal 22 Oktober 2016 mendatang. Kegiatan yang digelar serentak di seluruh provinsi di Indonesia tersebut dimaksudkan membudayakan penulisan mushaf Alquran di kalangan santri dan santriwati. Selain  itu, seluruh santri/santriwati mampu membaca, menulis dan mengamalkan Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Saat itu, gubernur menyampaikan Alquran merupakan saripati kekuatan Islam dan umat Islam. Karena itu, dia berpasan kepada seluruh santri/santriwati untuk menjaga dan memelihara Alqur’an. Hal itu, menurut gubernur dapat dilakukan dengan menghafal dan menulis Alquran. “Menjaga Alquran bukan dengan berteriak atau membuat keributan, tapi dengan kita cintai, kita baca. Kita pegang teguh ajarannya, kita tuliskan ayat-ayatnya, kita simpan ajarannya ke dalam dada, kita yakini sepenuh hati, dan berusaha kita amalkan,” jelasnya.

Selain itu, gubernur juga berpasan kepada santri/santriwati tersebut untuk bersabar dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu  memiliki ruang dan waktu, yang harus dijalani dengan pengorbanan dan penuh kesabaran. “Ilmu  itu memang harus dikejar, tidak bisa datang sendiri,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Provinsi NTB H Sulaiman menyampaikan, Budaya Penulisan Mushaf Alquran tersebut merupakan kegiatan pertama di Indonesia atas inisiatif Menteri Agama. “Penulisan ini akan menghasilkan dua mushaf Alquran. Satu mushaf akan dikirim ke Kementerian Agama  yang satu lagi untuk arsip di Kementerian Agama Provinsi NTB,” ujarnya.

Sulaiman berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi yang kuat bagi santri/santriwati dalam menulis Alquran. Sehingga, mushaf Alquran itu tetap terjaga hingga ke generasi-generasi selanjutnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid