Gubernur Ajak Tingkatkan Persaudaraan

BAKAR SEMANGAT : Gubernur NTB, Kapolda NTB, Kajati NTB, Danrem 162/WB, Wali Kota Mataram, Wakil Wali Kota Mataram membakar semangat peserta acara Nusantara Bersatu dengan menyanyikan lagu perjuangan di Lapangan Sangkareang, Rabu kemarin (30/11) (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM—Ribuan orang dari berbagai unsur menghadiri acara ‘’ Nusantara Bersatu'' yang digelar di lapangan Sangkareang Kota Mataram, Rabu kemarin (30/11).

Kegiatan yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia didominasi oleh pakaian warna putih. Setiap peserta yng menghadiri acara juga menggunakan ikat kepala warna  putih. Gubernur NTB TGH Zainul Majdi dalam sambutannya mengatakan, sudah banyak nasehat dan pesan yang didengarkan oleh masyarakat NTB. Banyak doa juga sudah dipanjatkan. Selama ini kata dia, masyarakat sering berpikir bahwa kekayaan terbesar yang dimiliki adalah kekayaan alam Indonesia. Masyarakat juga sering berpikir kekayaan terbesar adalah air yang melimpah ruah  maupun kesuburan tanah dari ujung ke ujungnya. Semua nikmat tersebut bisa dilihat dengan indra penglihatan. ‘’ Tapi sesungguhnya kekayaan, modal dan kehebatan bangsa Indonesia yang terbesar adalah persaudaraan dan saling cinta mencintai di antara kita,’’ katanya yang disambut oleh gemuruh tepuk tangan peserta.

Bumi kata Gubenur jika keadaannya tandus bisa disiram dan disuburkan dengan teknologi. Namun, jika persaudaraan antar sesama menghilang, maka habislah masyarakat sebagai bangsa yang bersatu. ‘’ Berdirinya kita bersama di lapangan Sangkareang ini,  menunjukkan di hati kita bahwa semuanya ini bersaudara. Semoga Allah terus merahmati kita semua,’’ ungkapnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki  Indonesia adalah sebuah kekuatan. Masyarakat juga diminta untuk tidak merisaukan keberagaman ini. ‘’ Jadi mari kita kelola keberagaman ini untuk bisa dijadikan kekuatan. Karena kekuatan terbesar kita adalah persaudaraan,’’ tandasnya.

Gubernur kemudian mengajak seluruh peserta aksi ''Nusantara Bersatu'' untuk bersama menyanyikan lagu perjuangan. Ini bertujuan untuk mengokohkan merah putih dan kebangsaan di sanubari masyarakat.

BACA JUGA :  Regulasi Pengiriman TKI Harus Dibenahi

Sementara Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf mengatakan, kegiatan ini digagas oleh  tokoh masyarakat yang melihat kerisauan bangsa Indonesia saat ini. Akhir-akhir ini diakuinya situasi politik yang tidak kondusif di Indonesia. ‘’ Itulah sebabnya gerakan ini digagas. Kemudian kami dari TNI dan Polri memfasilitasinya dengan memberikan dukungan untuk memperlihatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa kita bersatu,’’ katanya.

Melalui gerakan ini juga bertujuan untuk memperlihatkan kepada musuh-musuh Indonesia di luar negeri, Indonesia telah siap bersatu untuk mempertahankan NKRI. Mempertahankan NKRI juga menurutnya harga mati bagi TNI dan Polri. ‘’ Jadi kegiatan ini dari masyarakat untuk masyarakat. selain itu kita ingin memberikan pesan bahwa persatuan dan kesatuan Indonesia tidak akan goyah dan digoyahkan oleh siapapun juga. Jadi NKRI ini adalah harga mati,’’ tegasnya.  

Acara tersebut juga diisi dengan pembacaan doa oleh perwakilan masing tokoh-tokoh agama. Yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. Acara juga diisi dengan pembacaan puisi tentang perjuangan dan persatuan. Selain itu, berbagai kesenian dari NTB juga ikut ditampilkan. Secara keseluruhan acara ini sangat kental dengan nuansa perjuangan dan kemerdekaan.

Selain dihadiri  Gubernur NTB TGH Zainul Majdi dan  Danrem 162/WB Kolonel Farid Makruf, Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono, Danlanud Rembiga, Danlanal Mataram, Kajati NTB Tedjolekmono, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh, Wakil Wali Kota H Mohan Roliskana dan  tokoh agama  dan masyarakat.(gal)