GP Ansor Waspadai Ancaman Keberagaman di NTB

H Zamroni Aziz
H Zamroni Aziz (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H Zamroni Aziz menilai ancaman terhadap keberagamaan di Provinsi NTB saat ini masih ada.

Kondisi tersebut akan menjadi bom waktu jika dibiarkan tumbuh subur dan berkembang di tengah masyarakat. Menurut Zamroni, di Provinsi NTB saat ini terdapat beberapa aliran yang menganggap diri paling benar. Pandangan keagamaan tersebut lebih mengkhawatirkan karena tidak disertai dengan toleransi beragama. “Waspadai ancaman-ancaman yang bisa merusak persatuan kita. Keberagaman harus dijaga, apalagi di NTB ini semua etnis dan agama ada,” ucapnya kepada Radar Lombok, kemarin (11/4).

[postingan number=5 tag=”politik”]

Pria yang juga Humas Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB ini mengaku tidak alergi dengan aliran-aliran yang memiliki paham radikal. Namun, yang harus disadari bahwa negara Indonesia bisa berdiri karena perjuangan semua unsur. Para pendiri bangsa tidak pernah berjuang merebut kemerdekaan dengan membeda-bedakan pemeluk agama. Semuanya bersatu padu mengorban jiwa dan raga waktu itu. “Jadi kita yang mengisi kemerdekaan saat ini haruslah mengakui keberagaman itu, mari saling menghormati demi keutuhan bangsa,” tegasnya.

Oleh karena itu, PW GP Ansor NTB merasa berkewajiban menjaga keutuhan NTB dan bangsa Indonesia dari ancaman-ancaman tersebut. Salah satu cara yang dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan silaturahim dan orasi kebangsaan bersama Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli.

Dikatakan Zamroni, secara umum keadaan NTB sejauh ini relative aman. Namun ancaman masih terus mengintai dan bisa saja menjadi bom waktu. “Menjaga keberagaman dan keamanan itu bukan hanya tugas polisi dan TNI, tetapi tugas kita semua. Makanya besok (hari ini, Red) kita selenggarakan orasi kebangsaan,” ujarnya.

Orasi kebangsaan yang akan dilakukan pada hari Rabu (12/4) di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, merupakan rangkaian dari kegiatan hari lahir (harlah) GP Ansor ke 83. “Ini menjadi wadah silaturahim semua elemen masyarakat dan menyatukan persepsi, makanya kosep acaranya pak Kapolda orasi tunggal nanti,” jelas Zamroni.

Selain orasi kebangsaan, momentum tersebut akan digunakan untuk mendeklarasikan pemuda bela negara. Mengingat, kondisi bangsa Indonesia dan NTB saat ini, membutuhkan jiwa pemuda-pemuda nasionalis yang tidak mudah terpecah-belah. Para pemuda harus mengambil peran menjadi garda terdepan dalam menjaga keberagaman dan membela negara. “Tujuan kegiatan ini memang agar kita semua semakin cinta pada negara, kalau sudah begitu maka keberagaman akan tetap terjaga dengan baik,” kata Zamroni.

Semua unsur akan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya seluruh kader GP Ansor se pulau Lombok, Banser se pulau Lombok, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, pamswakarsa, organsiasi kemasyarakatan pemuda (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan lain-lain.

Zamroni berharap, kegiatan seperti ini tidak hanya sekali saja. Namun bisa dilanjutkan oleh GP Ansor yang ada di seluruh kabupaten/kota di NTB. “Kita harap OKP lainnya juga terus memupuk kebersamaan, terutama GP Ansor di daerah agar bisa melaksanakan kegiatan semacam ini,” himbaunya.

Setelah kegiatan tersebut, dalam rangka menyambut harlah GP Ansor ke 83, akan dilaksanakan pula pelatihan kewirausahaan mulai tanggal 18-20 April. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama dengan Kementerian Pertanian. Kemudian jalan sehat gratis yang bisa diikuti oleh seluruh masyarakat NTB tanpa memandang usia pada tanggal 22 April. GP Ansor telah menyediakan berbagai hadiah menarik seperti sepeda motor, televisi dan lain sebagainya. Kemudian pada hari yang sama, malamnya dilakukan istighosah di kota Mataram.

Acara puncak harlah akan dilaksanakan pada tanggal 24 April di Ponpes Qur’aniyah Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Dalam acara puncak tersebut, diadakan juga malam inagurasi dan Ansor Award. “Kita akan berikan penghargaan kepada tokoh NTB yang kita anggap telah memberikan kontribusi besar selama ini,” ujar Zamroni. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid