Gotong Royong Tangani Banjir, Warga Justru Cuma Nonton

GOTONG-ROYONG: Tim gabungan dari TNI, Polri dan Pemkab Lobar saat melaksanakan gotong-royong di Kecamatan Sekotong pasca banjir. (IST/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Tim gabungan Pemkab Lombok Barat bersama TNI-Polri dan unsur lainnya, Jumat (5/2) turun melakukan gotong-royong menangani dampak banjir di wilayah Sekotong dan Lembar. Tim mengeruk saluran yang sudah lama tertimbun. Selain itu, dibangun tanggul untuk menahan luapan air sungai di wilayah perbatasan Sekotong Tengah dengan Cendimanik sepanjang 300 meter. Sayang sekali, banyak warga, terutama mereka yang menjadi korban banjir, memilih menonton saja.

Wabup Lobar, Hj. Sumiatun, yang turun ikut bergotong-royong didampingi Sekda H. Baehaqi dan para kepala OPD, menyayangkan minimnya kepedulian dan partisipasi masyarakat bergotong-royong. Gotong-royong di daerah Sekotong dan Lembar dipusatkan di enam titik. Empat titik ada di Desa Sekotong Tengah. Diantaranya tim turun di sekitar Polsek Sekotong yang lokasinya di sekitar bantaran sungai. Gotong-royong juga dilaksanakan di Dusun EMPOL desa Cendimanik, sedangkan di Kecamatan Lembar dipusatkan di Desa Eyat Mayang.

Di Desa Sekotong Tengah, tim dikerahkan ke beberapa titik yang sudah ditentukan. Tim menyasar saluran drainase yang tertimbun, selokan dan sungai. Selain itu, pepohonan yang menghambat saluran ditebang. Akan tetapi selama gotong-royong, minim sekali partisipasi masyarakat sekitar. Warga kebanyakan menonton tim Pemkab bekerja.

Wabup menegaskan, jajaran OPD Pemkab bersama Forkompimda dan unsur terkait sudah berupaya maksimal menangani bencanda banjir di wilayah setempat. Ia mengapresiasi kekompakan tim.”Tapi saya harus sampaikan kepada masyarakat saya agar warga paham, Pemda sudah giat-giatnya kita lakukan upaya untuk penanganan banjir, tapi masyarakat juga harus peduli, mendukung kita di bawah, agar ikut partisipasi bergotong royong,” keluhnya.

Kalau ada gotong-royong, warga juga harus ikut turun, jangan jadi penonton.”Saya tidak suka yang begitu. Makanya saya cerewet, saya panggil Pak Camat, Kades dan Kadus supaya mengajak warga gotong-royong dan mengumumkan melalui pengeras suara di masjid atau musala. Tapi partisipasi warga masih kurang juga pada saat pelaksanaan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai saat terjadi bencana seperti ini, warga justru menganggap pemerintah yang kurang berbuat. Padahal Pemkab sudah begitu peduli. Seharusnya hal serupa juga dilakukan oleh masyarakat. Ia menyesalkan warga tidak ada rasa kepedulian terhadap lingkungan mereka sendiri. Warga akan tetap diimbau untuk peduli dan mau bergotong-royong. Manakala mereka tidak mau perduli, tentunya mereka sendiri yang merasakan dampaknya.

Wabup  melihat penyebab banjir selain intensitas hujan tinggi, juga karena sampah menutupi saluran dan saluran yang tertimbun. Untuk menangani penyebab banjir inilah pihaknya membentuk tim.” Tim akan melakukan penanganan selama tiga hari dengan menerjunkan alat berat, dan armada,” tegasnya.

Setelah selesai menangani daerah Sekotong Tengah, baru tim beralih ke desa lain yang terdampak.

Sementara itu, Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus S. Wibowo, saat turun langsung dalam kegiatan gotong-royong ini mengungkapkan, ini merupakan langkah antisipasi pasca banjir bandang yang menerjang sejumlah desa.” Selain membangun tanggul, banjir menyisakan sampah dan lumpur yang menumpuk di area permukiman warga, sehingga juga dilakukan pembersihan,” jelasnya.

Dalam aksi gotong-royong ini, petugas saling bahu-membahu, mengisi karung dengan pasir, dan mengangkat karung pasir tersebut untuk membuat tanggul di pinggir sungai.“Kami membuat tanggul dengan menggunakan karung pasir di sepanjang pinggir sungai sepanjang 300 meter dengan tinggi satu meter,” ucapnya.

Adapun  karung pasir yang dibutuhkan untuk membuat tanggul penahan air di bantaran suangai sebanyak 1000 karung dan 7 truk pasir. “ Untuk banjir di Dusun Telaga Lebur, kami lakukan pembersihan saluran drainase milik warga yang dimulai dari jembatan Telaga Lebur ke arah selatan hingga pemukiman warga sepanjang dua kilometer,”ungkapnya. Kegiatan gotong-royong selanjutnya membersihkan lumpur yang berada di depan Kantor Camat Sekotong sampai depan kantor Desa Sekotong Tengah. “ Kami mengajak warga untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai atau di saluran drainase yang dapat menyumbat aliran sungai,” harapnya.(ami)