Golkar Sesalkan Perusakan Baliho Suhaili

DIRUSAK : Baliho Ketua DPD Partai Golkar NTB Suhaili FT di jalan raya Jenggik, Lombok Timur, dirusak oknum tidak bertanggung jawab (Ahmad Yani/Radar Lombok)

SELONG — Kendati pilkada NTB belum memasuki tahapan pelaksanaan  namun  suhu politik mulai meningkat.

Persaingan antar bakal calon yang akan maju di pilkada NTB   kian memanas. Baliho Ketua DPD Partai Golkar NTB yang juga bakal calon gubernur Suhaili FT  yang terpasang di jalan raya  Jenggik, Lombok Timur dirusak. Belum diketahui siapa pelaku perusakan itu. Namun DPD Partai Golkar NTB menyesalkan perusakan baliho itu." Tentu kita sangat sesalkan ada perusakan baliho Ketua Golkar NTB (Suhaili FT. Red)," kata Sekretaris DPD Partai Golkar NTB Baiq Isvie Rupaedah kepada Radar Lombok  Minggu kemarin (8/1).

Isvie menegaskan, perusakan baliho tersebut sebagai perbuatan oknum tidak bertanggung jawab, serta merusak terciptanya proses demokrasi yang elegan dan bermartabat. Ia mengkhawatirkan tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi atau siasat adu domba, agar timbul saling curiga di antara para kontestan yang bertarung di pilkada NTB. Pada akhirnya nanti memunculkan suasana pilkada tidak kondusif dan nyaman.

Partai Golkar kata Isvie,  tidak akan terpancing dan tetap akan tenang menyingkapi perusakan baliho itu. " Kita minta semua kader tetap tenang dan tidak terpancing," ungkap ketua DPRD Provinsi NTB.

[postingan number=3 tag=”golkar”]

Dia mengimbau, semua pihak harus berpartisipasi dan turut serta dalam menjaga suasana kondusifitas, ketentraman dan kenyamanan dalam menghadapi suksesi pilkada serentak 2018 mendatang.  Menurutnya, persaingan sangat wajar dalam proses demokrasi ada persaingan. Namun, semua pihak  harus menjunjung etika politik bermartabat dan elegan. Sehingga diharapkan,  pilkada NTB   terlaksana dalam suasana penuh persaudaraan dan kebersamaan. Itu sebagai bentuk pendidikan politik mencerahkan dan mencerdaskan kepada masyarakat pemilih di NTB. ''Tujuan akhir dari proses demokrasi adalah kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.  Silahkan, berkompetisi secara fair dan sportif," tandasnya.

Suhaili FT hampir pasti diusung Partai Golkar sebagai bakal calon gubernur di pilkada NTB 2018. Meski tidak melalui penjaringan, pengurus DPD Partai Golkar sudah berancang-ancang menetapkan Suhaili sebagai bakal calon gubernur yang diusung Partai Golkar.   Keputusan Golkar yang langsung menetapkan Suhaili FT ini menutup peluang figur-figur lain yang berniat melamar untuk diusung partai ini.

Keputusan penetapan Suhaili FT sebagai bakal calon gubernur akan diputuskan dan ditetapkan di rapat pimpinan daerah (Rapimda). Rapimda, kata Isvie, akan dilangsungkan pada pertengahan Februari mendatang. " Selangkah lagi, Pak Ketua (Suhaili FT,red) akan diputuskan dan ditetapkan sebagai calon gubernur dari Partai Golkar," kata Isvie juga ketua DPRD Provinsi NTB itu, Jumat lalu (6/1).

Sementara itu, Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid mengatakan, perusakan baliho Suhaili FT di Lombok Timur bukan pelanggaran pemilu. Pasalnya, belum memasuki tahapan pelaksanaan pilkada NTB 2018. Suhaili FT pun belum dikategorikan sebagai bakal calon gubernur oleh KPU. " Tapi ini akan menjadi catatan khusus kita kedepan dalam pengawasan," ungkapnya.

Menurutnya, perusakan baliho tersebut tentu menjadi catatan penting bagi Bawaslu, guna meminimalisir terjadinya hal yang sama di kemudian hari.

Khuwailid tidak menepis mulai dirasakan ada potensi konflik dalam persaingan menuju suksesi pilkada NTB. Semua elit politik diharapkan dan diminta mengedepankan etika politik, kesantuan dan kompetisi  yang fair dan bermartabat. Pasalnya, kunci semua itu ada pada elit politik.“Kedepan, kalau ada yang merusak alat kampanye salah satu calon gubernur, maka ancaman kurungan penjaranya dua bulan. Kasus seperti itu pernah terjadi di Dompu,” sebutnya.(yan)