Golkar Final Usung Muhammad Lutfi

GOLKAR
GOLKAR

MATARAM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sudah memutuskan Muhammad Lutfi sebagai calon walikota di pilkada Walikota Bima.

Koordinator Wilayah (Korwil) DPP Partai Golkar Bali Nusra, Anak Agung Mahendra Putra menyampaikan, anggota DPR RI dapil NTB, Muhammad Lutfi sebagai calon walikota Bima. Ini ditetapkan saat rapat pleno DPP bersama tim Bapillu DPP Partai Golkar wilayah Indonesia 2 dilangsungkan Selasa lalu (1/8). ” Hanya pilkada Kota Bima sudah diputuskan dan ditetapkan. Yakni, Muhammad Lutfi sebagai calon Walikota Bima,” katanya  kepada Radar Lombok, melalui whastApp, Rabu kemarin (2/8).

Rapat pleno DPP Partai Golkar dipimpin Ketua Harian, Nurdin Halid dan Ahmad Didayat, selaku Ketua PP Indonesia 2. Rapat diikuti Wasekjen Indonesia 2 Mustafa M Raja dan AA Bagus Adhi, Korwil Wilayah Bali Nusra. 

Adapun menjadi pertimbangan dipilih Muhammad Lutfi sebagai calon walikota Bima, jelasnya, dari hasil survei Muhammad Lutfi selalu menempati urutan tertinggi. Selain itu, level keterpilihan atau elektabilitas Muhammad Lutfi juga lebih tinggi dari figur yang tidak mendaftar di Partai Golkar sekalipun.

“Ini menjadi dasar pertimbangan kami dari DPP,” tandasnya.

Ada tiga bakal calon wali kota Bima dikirimkan DPD Partai Golkar Provinsi NTB untuk diusulkan dan direkomendasikan kepada DPP Partai Golkar. Yakni, Muhammad Lutfi, Fera Amelia dan Sutarman.

Hasil rapat pleno yang menetapkan Lutfi itu selanjutnya akan disampaikan ke DPD Partai Golkar Provinsi NTB dan PLT DPD Partai  Golkar Kota Bima untuk ditindaklanjuti. “Keputusan ini akan kita sampaikan kepada Golkar  provinsi dan Kota Bima untuk disosialisasikan, tujuan meningkatkan elektabilitas figur yang diusung Partai Gokar,” katanya.

Dengan dipilih Muhammad Lutfi sebagai calon wali kota Bima, ia  berharap pengalaman dimiliki sebagai anggota DPR RI memiliki visi lebih baik dari kandidat lainnya. “Golkar yakin kapabilitas beliau dapat membawa perubahan untuk Kota Bima ke depan,” ucapnya.

Adapun terkait pilkada Lombok Timur dan Lombok Barat, ia mengatakan, DPP Partai Golkar belum memutuskan dan menetapkan arah dukungan di Pilkada Lombok Timur dan Pilkada Lombok Barat. Dijadwalkan pada tanggal 8 Agustus dengan menggandeng lembaga survei nasional, DPP Partai Golkar turun survei mengukur tingkat elektabilitas dan popularitas bakal calon bupati yang akan diusung partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ada tiga calon bupati Lombok Timur yang diusulkan kepada DPP. Yakni, Daeng Paelori, Mauud Adam dan Sukiman Azmy. Adapun untuk Pilkada Lombok Barat ada empat calon Bupati diusulkan kepada DPP. Yakni,  H.M. Izzul Islam, Nauvar Farinduan, H.L. Sajim Sastrawan, dan H. Fauzan Khalid.

Nantinya, kata Bagus –panggilan akrabnya, tingkat elektabilitas dan popularitas bakal calon bupati tersebut menjadi acuan dan parameter bagi DPP Partai Golkar dalam menetapkan dan memutuskan arah dukungan di Pilkada. “Prinsipnya, Partai Golkar ingin mengusung calon menang,” pungkasnya.(yan)