Golkar Cabut KTA Umar Said ?

BERPOSE: Chris Parangan dan ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid di Partai Golkar Slipi Jakarta (Dok/Radar Lombok)

MATARAM–Konflik di internal Partai Golkar nampaknya belum berakhir. Partai Golkar dikabarkan mencabut Kartu Tanda Anggota (KTA) Umar Said dari keanggotaan di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Juru bicara DPD Partai Golkar provinsi NTB, Chris Parangan, tidak menampik ada rumor dicabut KTA Umar Said dari keanggotaan di Partai Golkar. "Rumor dicabut KTA Pak Umar berhembus sampai di DPP," katanya kepada Radar Lombok, saat dihubungi via  sambungan telpon, Selasa kemarin (11/10).

Chris sendiri mengaku, saat dihubungi via sambungan telpon kemarin sedang berada di kantor DPP Partai Golkar di Slipi Jakarta. Meski demikian, dia mengaku sama sekali belum melihat secara fisik surat pemecatan Umar Said dari keanggotaan di DPP Partai Golkar.

"Fisik Surat Pemecatan itu belum saya lihat langsung," ucap suami kepala BP3AKB Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahya Ningsih itu.

Pihaknya pun selaku juru bicara DPD I Partai Golkar NTB belum menerima instruksi dari Ketua DPD Partai Golkar NTB untuk memberikan pernyataan terkait rumor pencabutan KTA Umar Said dari keanggotaan di Partai Golkar.

Dia mempersilahkan untuk menyatakan kebenaran rumor tersebut kepada ketua dan sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaedah atau ketua Harian Misbah Mulyadi. Dia menjelaskan, Protap pencabutan KTA kader di daerah biasanya diusulkan pengurus daerah kemudian disampaikan kepada pengurus di DPP.

"Silahkan ditanyakan keabsahan dan kepastiannya kepada Mbak Isvie atau Pak Misbah karena pencabutan KTA berasal dari usulan dan rekomendasi pengurus di daerah," jelasnya.

Seperti diketahui, mantan ketua DPRD NTB Umar Said hanya sebatas sebagai anggota biasa dan bukan pengurus. Umar Said terakhir tercatat sebagai pengurus DPD Partai Golkar NTB dalam masa kepemimpinan Zainy Arony selaku ketua dan Muhammad Amin selaku sekretaris.

Tak ditampiknya, rumor pencabutan KTA Umar Said dari keanggotaan di Partai Golkar akan memunculkan polemik jilid II antara Umar Said dan pengurus Golkar NTB. "Memang bila hal ini benar, berpotensi besar akan menjadi polemik jilid II Umar Said vs pengurus Partai Golkar NTB. Tetapi yang harus diingat, tidak akan pernah ada segumpal asap bila tak ada setitik bara api," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaedah saat dihubungi berkali kali via telepon, tidak diangkat. Dia hanya sekilas menjawab melalui pesan singkat. "Saya sedang rapat".

Terpisah Umar Said yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu tentang rumor pemecatan dirinya dari Partai Golkar.   Dia mengaku belum mendapat informasi karena baru pulang menunaikan ibadah haji. (yan/zwr)