Golkar Hanya Bidik Bacawabup Lotim

MATARAM—Berbagai pertimbangan dan telaah sudah dilakukan Partai Golkar di Pilkada Lombok Timur (Lotim). Partai ini hanya akan membidik kursi bakal calon wakil bupati (bacawabup).

"Pilkada Lotim kita hanya bidik kursi bacawabup," kata Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaedah, kepada Radar Lombok, Senin kemarin (30/1).

Ia mengatakan, dalam komunikasi dan penjajakan koalisi dengan partai politik di Pilkada Lotim, Partai Golkar tidak memaksakan kehendak menjadi orang nomor satu atau sebagai bakal calon bupati. Namun, dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Partai Golkar di Lotim lebih memungkinkan menjadi orang nomor dua atau sebagai bakal calon wakil bupati.

[postingan number=3 tag=”pilkada”]

Terpenting bagi Partai Golkar, sambung Isvie, pihaknya mendorong dan memenangkan kader terbaik dimiliki Partai berlambang pohon beringin tersebut sebagai kepala daerah. "Kompotensi, elektabilitas dan kapasitas kader kita di Pilkada Lotim lebih pas jadi bacawabup," ucap Ketua DPRD Provinsi NTB itu.

Kendati begitu, Partai Golkar belum memutuskan kader yang akan didukung dan diusung di Pilkada Lotim. Namun, ketua DPD Partai Golkar Lotim, HD Paelori sebagai kader terbaik diprioritaskan didukung dan diusung di Pilkada Lotim.

Partai Golkar pun memiliki prosedur tetap (Protap) dan mekanisme berlaku di internal dalam menentukan dukungan pencalonan kepala daerah di Pilkada. "Tentu semua kita sesuaikan dengan prosedur dan mekanisme berlaku di internal Partai," imbuhnya.

Karena itu, dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang akan dilangsungkan pada pertengahan Februari mendatang, selain akan membahas Pilkada NTB, Rapimda tersebut akan membahas Pilkada 3 kabupaten kota dilangsungkan secara serentak dengan Pilkada NTB. Yakni, Pilkada Lotim, Pilkada Lobar dan Pilkada kota Bima.

Sebab itu, sangat terbuka pula dalam Rapimda tersebut akan dimunculkan bakal calon Bupati dan bakal calon wali kota dari Partai Golkar di Pilkada serentak 2018.

Kendati, keputusan akhir calon didukung dan diusung Partai Golkar ada di DPP. Namun, keputusan dan rekomendasi dari DPP didasarkan pada hasil Rapimda.

"Apa yang menjadi keputusan DPP didasarkan pada aspirasi dari daerah," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PKB Provinsi NTB, Najamuddin Mustapha, mengakui, salah satu parpol yang cukup intens berkomunikasi dengan PKB dalam rangka penjajakan koalisi di Pilkada Lotim. Mantan anggota DPRD NTB itu tak menampik. Salah satu bacawabup kemungkinan digandeng di Pilkada Lotim berasal dari kader Partai Golkar.

"PKB dan Golkar sudah hampir menemukan ada kesepahaman dan pandangan dalam pembangunan Lotim kedepan," pungkasnya. (yan)