Golkar Belum Tentu Dukung Ferdi

H Kamarudin
H Kamarudin.(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Empat kandidat mengambil formulir pendaftaran di Dewan Pengurus Daerah (DPD) Golkar Lombok Tengah untuk maju dalam pilkada 2020 mendatang. Keempatnya yakni Kepala Desa Mertak Kecamatan Pujut, H Bangun, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah, H Masrun, Ketua DPC Demokrat, Ahmad Ziadi, dan Habib Ziadi.

Wakil Sekretaris Tim Penjaringan Pilkada Partai Golkar, H Kamarudin mengatakan, baru empat orang yang mengambil formulir pendaftaran di partai berlambang pohon beringin itu. Dari keempatnya, tak ada satu pun kader Partai Golkar. Mereka akan tercatat sebagai pendaftar resmi setelah mengembalikan berkas formulir itu nantinya. ‘’Penutupan pengambilan formulir sampai dengan 30 November ini,” kata Kamarudin kepada Radar Lombok, Jumat (29/11).

Setelah dilakukan pengambilan formulir ini maka kedepan pada tanggal 1 hingga 10 Desember akan dilakukan pengembalian formulir. Baru setelah itu pihak DPD akan menyerahkan ke pengurus perovinsi. “Jadi belum ada yang mengembalikan formulir karena jadwalnya belum. Kita hanya melakukan penjaringan baru setelah itu kita kirim ke provinsi dan ditentukan oleh pusat,” tegasnya.

Kamarudin kembali menegaskan, hingga kemarin belum ada satu pun kader Partai Golkar yang mengambil formulir. Namun, dari informasi ada empat kader Golkar yang akan mengambil formulir. Yakni H Achmad Puaddi FT, Ferdian Elmansyah, H Azis Idris, dan H Humaidi. “Ada empat orang kader yang menginformasikan akan mengambil formulir, tapi sampai sekarang belum dan kita tunggu saja sampai 30 November ini. Mungkin hari terakhir mereka akan mengambil,” terangnya.

Kamarudin juga menegaskan, penjaringan ini tetap profesional. Meski ada kader yang siap untuk maju namun pihaknya menyatakan, tidak menutup kemungkinan jika yang diusung oleh Golkar adalah orang yang di luar kader. Terlebih yang menentukan ini semuanya adalah pengurus yang ada di pusat. “Jadi semua peluang karena kita kirim ke provinsi dan pihak provinsi mengirim ke pusat. Jadi sama posisinya semua warga. Jadi kalau prinsipnya yang direkomendasi hanya kader maka tidak usah saja kita buka penjaringan ini,” terangnya.

Bagaimana dengan Ferdi yang sudah mendapatkan restu dari keluarga besar Yatofa Bodak, apakah akan berimbas kepada dukungan Golkar? Kamarudin mengaku, itu masih di internal organisasi. Sementara di Golkar masih belum menentukan karena masih tahap penjaringan. “Jadi bisa saja final di tingkat ormas. Tapi di tingkat partai masih ada prosedur dan mekanisme yang harus dijalani,” tandasnya. (met)