Golkar Bantah Suhaili-Aris Final

Golkar Bantah Suhaili-Aris Final
BERPOSE: Koordinator Media Center Pemenangan Suhaili FT, Chris Parangan berpose dengan Nurdin Khalid. (Dok/Radar Lombok)

MATARAM—Klaim Partai Bulan Bintang (PBB) NTB terhadap finalnya paket pasangan HM Suhaili FT dan Aris Muhammad dibantah mentah-mentah kubu Partai Golkar.

PBB NTB dianggap bertepuk sebelah tangan lantaran Suhaili FT masih menyisihkan sejumlah figur yang pantas mendampingi dirinya. “Tidak benar jika paket Suhaili Aris sudah masuk babak final,” kata Koordinator Media Center Pemenangan HM Suhaili FT, Chris Parangan, Rabu (26/7).

Ihwal adanya klaim PBB menyebut Aris Muhammad akan mendampingi Suhaili bermula dari silaturrahmi jajaran partai itu. Beberapa waktu lalu, sejumlah pengurus PBB mendatangi kediaman resmi Suhaili di Lombok Tengah.

Dalam kunjungan jajaran pengurus PBB tersebut, Chris mengaku ikut hadir. Kunjungan itu sama sekali tidak ada pembicaraan terkait finalisasi paket Suhaili-Aris Muhammad.

Justru dalam silaturahmi dan pertemuan itu disebutkan bahwa ketua PBB, Yusril Ihza Mahendra bakal berkunjung ke NTB. Sebagai bupati Lombok Tengah, suhaili diminta berkenan menerima kehadiran yang bersangkutan.

“Tidak ada itu pembicaraan finalisasi paket Suhaili-Aris,” ungkapnya.

Alih-alih komunikasi Suihaili-Aris Muhammad dianggap final, Chris menyebut komunikasi kedua belah pihak masih di babak penyisihan. Ia menegaskan, Suhaili dari Partai Golkar memiliki magnet dan daya pikat cukup besar. Praktis, banyak pihak ingin berpasangan.

Pihaknya pun memberikan apresiasi terhadap PBB yang bakal memberikan dukungan kepada Suhaili. “Kita bersyukur dan apresiasi, PBB mau mendukung Pak Suhaili,” sebutnya.

Lalu siapa yang berpeluang mendampingi Suhaili? Menjawab pertanyaan itu, Chris menyebut sosok yang paling berpeluang berasal dari keluarga besar Partai Gerindra. Sosok itu adalah Tiar Rahman Harun Al-Rasyid.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Noer menyampaikan, paket Suhaili-Aris Muhammad tinggal menunggu finalisasi dan persetujuan PBB dan Partai Golkar. Kepastian finalisasi paket ini ditargetkan dalam waktu dekat. (yan)