Gili Meno, ‘Pulau Pribadi’ Yang Terlupakan

GILI MENO: Berlibur ke Gili Meno serasa mendatangi pulau pribadi, tapi sayang di objek yang satu ini masih minim fasilitas pendukung (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

Keberadaan Gili Meno sebagai salah objek wisata, sepertinya terlupakan selama ini. Pemkab Lombok Utara maupun Pemprov NTB, tampaknya hanya terlena mengelola Gili Trawangan saja.

 

 


HERY MAHARDIKA-TANJUNG


 

GILI Meno, salah satu pulau di antara tiga gili di Lombok Utara yang banyak dikunjungi wisatawan. Berkunjung ke Gili Meno terasa berliburan di pulau pribadi, karena di gili ini masih minim wisatawan menikmati liburan ke gili ini dibandingkan ke Gili Trawangan dan Gili Air. Karena hanya akan mendapatkan keasrian alamnya, dan kesunyian.

Seperti pasir putih yang mengililigi pulau kecil ini, danau indah untuk mengambil momen bersama pasangan, snorkeling, diving, taman burung, penangkaran penyu, pantai, dan jalan-jalan mengelilingi warga setempat. 

Di pulau ini dilengkapi dengan fasilitas hotel yang berjenjer di beberapa titik, tempat makanan cukup memadai. Bagi pengunjung yang ingin menikmati kehidupan malam hari tidak ada mendapatkanya, kecuali harus menyeberang kedua gili lainnya. Begitu juga bagi pengunjung harus mempersiapkan uang di dalam tas karena di tempat ini tidak ada mesin ATM, seperti kedua gili lainnya. Di Gili Meno hanya pas untuk berbulan madu bersama pasangan. “Gili Meno ini bagus apalagi ditambah dengan danau kecil ini,” terang Ane salah satu wisatawan lokal asal Denpasar kepada Radar Lombok pada akhir pekan kemarin.

Ia sangat menyayangkan, di pulau ini masih minim fasilitas. Di danau ini seharusnya ada semacam permainan, kemudian fasilitas kamar mandi, tempat pembuangan sampah, dan jalan-jalan gang masih dalam keadaan bertanah, sehingga diperlukan adanya paving. “Saya menginapnya di hotel Gili Trawangan, saya kesini untuk jalan-jalan. Kami harap kedepan pemerintah harus mempersiapkan fasilitas tersebut,” harapnya.

Selanjutnya, kedepan bagaiman diperbanyak pertunjukan tradisional, kuliner tradisional, dan atraksi lainnya. “Sangat disayangkan pulau seindah harus dilupakan,” tandasnya.

Ungkapan wisatawan ini bukan sekadar bualan. Disbudpar NTB misalnya tak menyebut ada gerojok anggaran untuk fasilitas di Gili Meno ini. Dari angka Rp 7 miliar, yang disiapkan untuk perbaikan fasilitas wisata di Lombok Utara, gili yang satu ini terlupakan. “Disbudpar NTB menggelontorkan anggaran sebesar Rp 7 miliar dialokasikan untuk membenahi destinasi wisata di KLU,’’ ungkap Kepala Disbudpar NTB, HL Moh Faozal.

Faozal mengungkapkan untuk Gili Air, Disbudpar NTB menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk perbaikan dermaga. Untuk Gili Trawangan akan ditangani masalah abrasi dan penataan ruang publik serta pembangunan landscape yang dimulai dari dermaga hingga ke hotel Aston. Tidak hanya kawasan gili, Disbudpar juga akan menyasar kawasan wisata Sendang Gile di Senaru. “Sebenarnya potensi alam di Gili Meno ini sangat bagus sekali. Kalau menyoal fasilitas yang kurang disejumlah objek itu saya baru tahu. Tadi tak lihat masih kurang toilet dan tempat sampah juga di danau indah. Mungkin kedepannya kita akan segera kita anggarkan tahun depan karena ini untuk kepentingan wisatawan bagaimana membuat mereka betah berkunjung. Saat ini yang sudah jalan kan kita telah garap seperti di pasar seni dan beberapa proyek revitaliasasi semoga segera selesai,” katanya.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar juga mengaku, akan akan memperkenalkan Lombok Utara di mata dunia. “Alhamdulillah Provinsi NTB memberikan peluang yang sanagat besar kepada Lombok Utara, dalam mengembangkan dunia pariwisata,’’ katanya. (**)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid