Gili Meno Darurat Air Bersih, Pemprov NTB Segera Kumpulkan Berbagai Pihak

Pj Sekda NTB Ibnu Salim

MATARAM – Gili Meno kini semakin mengalami krisis air bersih, pasca PT Bal- PT GNE yang selama ini memasok kebutuhan air bersih warga setempat disetop, setelah persoala hukum yang menjerat kedua pimpinan perusahaan tersebut. Kini, penduduk dan pelaku usaha di Gili Meno mengalami darurat air bersih, karena sudah tidak ada lagi pasokan air bersih. Warga dan pelaku usaha terpaksa membeli air bersih ke daratan dengan harga yang tidak masuk akal, sangat mahal.

Terkait persoalan tersebut, Pemprov NTB angkat bicara. Penjabat (Pj) Sekda Provinsi NTB Ibnu Salim menyatakan akan segera mengundang Pemkab Lombok Utara, PT GNE, PT BAL dan pihak terkait lainnya, guna mencarikan solusi persoalan darurat air bersih di Gili Meno.

“Persoalan air ini menjadi kebutuhan dasar hidup manusia. Kami akan segera memanggil berbagai pihak untuk mencarikan solusi secepatnya terkait persoalan kebutuhan air bersih di Gili Meno ini, “ kata Pj Sekda NTB Ibnu Salim, Kamis (6/6).

Baca Juga :  Christine Wisatawan Asal Madiun Meninggal Saat Snorkeling di Spot Patung Gili Meno

Ibnu juga mengaku prihatian dengan kondisi yang terjadi di Gili Meno, karena persoalan air bersih ini menjadi hak dasar manusia, yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, pertemuan dengan berbagai pihak tersebut nantinya, bisa mencarikan solusi terbaik, agar masyarakat dan pelaku usaha di Gili Meno bisa  kembali dipasok air bersih yang menjadi hajat hidup dasar setiap wara negara.

“Kami akan segera mengundang semua pihak terkait. Bagaimana caranya warga Gili Meno kembali merasakan pasokan air bersih,” kata Ibnu Salim.

Menurut Ibnu, keselamatan masyarakat di kawasan tersebut menjadi yang utama, sehingga harus dicarikan solusi terbaik dengan cepat.

Baca Juga :  Dewan Pakar TKN Prabowo - Gibran Minta Pemda Segera Atasi Darurat Air Bersih di Gili Meno

“Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Terkait persoalan hukum itu ya kita hormati. Tetapi ada yang lebih urgent, yaitu kebutuhan vital masyarakat terkait ketersediaan air bersih ini harus segera dicarikan solusi,” kata Ibunu.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PT GNE M Ihsanul Wathony mengaku tidak bisa berkomentar banyak terkait pemberhentian suplay air bersih di Gili Meno. Menurutnya, PT GNE hanya pemegang izin saja, sementara instalasi air menjadi kewenangan PT BAL.

“Kami sangat prihatin atas kendala yang dihadapi masyarakat Gili Meno. Kami mohon maaf tidak bisa berbuat banyak, karena kewenangan kami terbatas dan sementara ini kami belum bisa berkomentar,” tutupnya. (luk)

Komentar Anda