Gili Matra Pantas Jadi Lokasi Dua Cabor PON XXI 2024

Gili Trawangan
LOKASI : Dua pemuda di Dusun Gili Trawangan memanfaatkan pantai untuk berolahraga. Kawasan wisata Gili Trawangan diusulkan menjadi lokasi penyelenggaraan dua cabor pada PON XXI 2024 mendatang. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Objek wisata tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang dinilai pantas menjadi menjadi lokasi pertandingan dua cabang olahraga (Cabor) pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Penilaian ini setelah tim verifikasi penjaringan dan penyaringan PON KONI Pusat berkunjung ke Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (3/3).  “Sekiranya, Bali-NTB lolos menjadi Tuan Rumah PON XXI 2024 karena memiliki keunggulan pariwisata, dan infrastruktur yang sudah siap. Maka Lombok Utara akan diberikan dua Cabor,” terang Wakil Ketua KONI Lombok Utara H. Rubain kepada Radar Lombok.

Ia mengungkapkan, pada awal rencana dua cabor yang akan ditandingkan di Lombok Utara, yaitu sepak tarko dan selam laut atau selam kolam. Namun, dari segi peninjauan langsung dari tim verifikasi PON KONI Pusat maka kemungkinan besar akan ditukar dengan daerah lain, yaitu Voli Pantai dan selam di Lombok Utara, karena kesiapan sepak tarko yang akan berlokasi di Gedung Gor Mini kurang memadai.

Pihaknya sudah menyampaikan, bahwa dua cabor itu nanti akan diselenggarakan di kawasan wisata tiga gili yang mendunia tersebut, karena tiga gili itu mempunyai spot yang bagus. Tiga gili ditawarkan didasari melihat hotel besar seperti Vila Ombak, Ombak Sunset, dan Ombak Paradise bisa menampung ratusan tempat penginapan. Kemudian dilengkapi dengan kolam renang yang melebihi dari cukup, tinggal kedalaman kolam yang belum diukur sesuai standar nasional tersebut. “Tapi, sudah dianggap layak. Jika tidak memenuhi, tingggal kita mengusulkan pembangunan kolam kepada daerah nantinya,” katanya.

Diakui, penyelenggaraan PON XXI 2024 masih lama namun waktu yang enam tahun bukan waktu yang panjang dalam mempersiapkan infrastrukturnya. Untuk itulah, pihaknya berharap dukungan daerah terhadap spot olahraga ini, terutama pembuatan kolam renang. Dan sekarang sejauhmana dukungan daerah terhadap pelaksanaan itu, jika tidak siap maka akan dipindah. “Jika diminta membangun sarana maka diminta membangun sarana. Kita harapkan percepatan sarana prasana olahraga,” tegasnya. 

Berbicara efek dari event bergengsi di tanah air, menurutnya, akan memberikan dampak ekonomi yang sangat luar biasa bagi daerah. Sebab, pada saat ini yang dikembangkan oleh pemerintah pusat spot tourism, maka dari itu kesempatan emas ini jangan sampai diacuhkan. Ketika even nasional sudah mulai bagaimana kunjungan banyak bisa memberikan dampak yang besar. Tidak hanya itu, banyak rangkaian kegiatan dalam olahraga.

Jika diminta siap kolam maka paling tidak tahun depan sudah mengusulkan, setelah kolam dibangun skala nasional maka ada tempat latihan renang para atlit. Atlit Lombok Utara sudah banyak berprestasi, sedangkan yang baru bisa dipakai baru satu tempat olahraga Gor Mini. Jika dibangunkan kolam renang bisa menghasilkan PAD, tidak mesti dibangun di trawangan. “Kemarin itu kita tunjukan trawangan apabila daerah belum sanggup, tapi masak gak sanggup selama enam tahun. Ini yang akan kita laporkan ke pak bupati secara langsung. Bahkan, pak Sekda dan anggota dewan juga ada yang ikut menghadiri peninjauan tersebut,” tandasnya.

Apabila semua daerah mampu memperjuangkan ini, maka NTB-Bali bisa jadi lolos dengan gampang. Sebab, untuk menjadi tuang rumah tidak gampang. 34 provinsi yang ada di Indonesia harus melakukan pemilihan dengan pemungutan suara yang ditetapkan oleh pusat. Yang dinyatakan layak saat ini, Bali-NTB, Aceh-Sumatera Utara, dan Kalimantan Selatan. Maka tiga itu yang akan menjadi calon. Selanjutnya, dari seluruh cabor yang akan dipertandingkan, NTB akan mendapatkan 15 cabor. “Bali-NTB mewakili Indonesia Bagian Timur, dan dua provinsi menang dengan keunggulan pariwisatanya,” harapnya.

Sekretaris Daerah Lombok Utara H. Suardi menegaskan, pemerintah daerah sangat mendukung penyelenggaraan PON XXI 2024 yang akan menunjuk provinsi NTB-Bali menjadi tuan rumah. Kesiapan daerah KLU dengan dua cabor sangat siap, mengingat daerah KLU termasuk daerah pariwisata yang mengharapkan kunjungan orang luar. “Apa yang menjadi kekurangan nanti, kami di pemerintah daerah akan mendukungnya,” tegasnya.

Dari dua cabor itu dilaksanakan di KLU didasari antusias masyarakat dalam menjaga keamanan dan tingkat minat dalam berolahraga sehingga itu menjadi nilai pantas untuk diadakan di daeah KLU. “Ini kesempatan emas yang harus kita persiapkan,” tandasnya. (flo)