Gerus Identitas NTB Penghasil Mutiara Terbaik

NTB Penghasil Mutiara Terbaik
MUTIARA: Salah satu tempat penjualan mutiara Lombok di Mataram.( DEVI HANDAYANI /RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H Lalu Hamdi menilai beredarnya mutiara palsu dari China di NTB akan mempengaruhi identitas daerah sebagai penghasil mutiara laut selatan terbaik. Pasalnya, mutiara menjadi brand NTB yang dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil mutiara laut terbaik di dunia.

“Keberadaan mutiara palsu asal China itu bisa menggerus keberadaan dan kepercayaan konsumen terhadap mutiara asli NTB,” kata Kepala DKP NTB H Lalu Hamdi kepada Radar Lombok, Senin (18/11).

Hamdi menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah dalam proses membuatan hak kekayaan georafis NTB atas mutiara laut yang di hasilkan. Mengingat, banyak hasil produksi mutiara Lombok dikirim keluar negeri maupun daerah lainnya. Adanya hak paten tersebut, tentu dapat mengurangi peredaran mutiara palsu asal China beredar di NTB.

Selain itu, lanjut Hamdi, salah satu upaya DKP NTB untuk melindungi keaslian mutiara Lombok, nanti, akan melibatkan dari pihak terkait lainnya untuk melindungi keberadaan mutiara asli Lombok .

Menurutnya, kehadiran mutiara palsu yang di impor dari China tentu akan mengganggu hasil produksi mutiara laut Lombok. Apalagi dari sisi penjualan dapat menurun. Sedangkan, bagi pembudidaya maka stok mutiara akan bertambah, mengingat pengiriman ke luar berkurang.

“Masalahnya jangan sampai indentitas Lombok sebagai mutiara laut selatan ini menjadi tercemar. Karena masuknya bahan-bahan mutiara yang tidak asli itu harus kita jaga,” ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini ada sekitar 17 perusahaan yang memproduksi mutiara laut, baik pembudidaya maupun pemelihara. Tetapi jika memang ada mutiara laut masuk, hal ini perlu diperhatikan oleh instansi terkait, agar dapat mencegah tidak masuknya lagi mutiara palsu dari  China.

“Sekarang ini produksai mutiara NTB hasilnya sekitar 450-500 kilogram (kg) dan ini merupakan mutiara air laut dengan kualitas terbaik,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Persatuan Pedagang dan Perajin Mutiara Lombok (PEARL) NTB, H Fauzi mengatakan untuk masalah ini memang bagi kalangan pembudidaya dan pedagang, khusus  yang menjual mutiara laut Lombok pastinya menjadi masalah.

“Secara otomatis volume penjualan menurun, akibat banyaknya mutiara dari cina yang  beredar dipasaran.  Baik berupa mutiara air tawar atau mutiara sintetis (shell),” katanya.

Mutiara dari China ini sendiri, sudah cukup lama beredar. Kemunculan mutiara Lombok sejak adanya penjualan mutiara pertama di Lombok. Untuk itu, perlu adanya pembatasan masuknya mutiara tersebut ke Indonesia maupun NTB dengan memutus impor.

“Sampai saat ini belum ada tindakan, karena para pedagangnya sendiri merupakan warga pribumi dan produknya cukup diminati oleh konsumen. Sebab harga yang  murah dibandingkan mutiara laut asli Lombok,” imbuhnya. (dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid