Gerindra Tegaskan Ahyar-Mori Final

Sakdudin
Sakdudin (Dok/)

MATARAM–Dukungan Partai Gerindra terhadap paket Ahyar Abduh – Mori Hanafi di kontestasi pilkada NTB sudah final.

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Sakdudin menegaskan, dukungan Partai Gerindra pada pasangan calon Ahyar Abduh-Mori Hanapi, telah final untuk pilkada NTB. “Paket Ahyar-Mori sudah final diusung Gerindra,” tegasnya, kepada awak media, di kantor DPRD NTB, Jumat kemarin (18/8).

Lontaran tersebut disampaikan Sakdudin untuk menepis kabar Partai Gerindra berpotensi berubah haluan mendukung paket pasangan lain. Partai Gerindra disebutnya merasa terganggu dengan klaim-klaim yang dilontarkan beberapa pihak terkait komitmen dukungan Partai Gerinda pada Ahyar Abduh-Mori di pilkada 2018 nanti.

Menurutnya, Partai Gerindra telah memberikan rekomendasi dukungan pada Ahyar  Abduh sebagai calon gubernur NTB sudah jauh-jauh hari. Karena itu, SK dukungan yang akan digunakan untuk mendaftar di KPU akan dikeluarkan setelah deklarasi Ahyar bersama pasangan calon wakil nya beserta partai koalisi pengusung.

“Jadi sejak awal Partai Gerindra telah memberikan dukungan pada Ahyar serta memberikan kebebasan kepada beliau menentukan sendiri partai koalisinya dan calon wakilnya,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, H Misbach Mulyadi mengatakan, Partai Golkar terus membangun komunikasi politik dengan pimpinan parpol. Terutama di level pimpinan pusat untuk membangun ada koalisi besar di pilkada  NTB, termasuk dengan Partai Gerindra.

“Koalisi besar dan kuat ini kita bangun, termasuk dengan Gerindra,” imbuhnya.

Ia menilai, sebelum ada SK DPP terkait paket pasangan didaftarkan di KPU sebagai kontestan, sangat mungkin Partai Gerindra berkoalisi dengan Partai Golkar. “Selama janur kuning belum melengkung, masih ada harapan untuk bersama,” selorohnya.

Terkait sosok pendamping Suhaili, ia mengatakan, bahwa sampai saat ini Golkar masih belum menentukan pasangan wakil Suhaili. Mengingat masih dalam proses survei dari tiga nama bakal calon pendamping. Tiga nama yang diusulkan yakni, Tiar Rahman Al-Rasyid dari partai Gerindra, Aris Muhammad dari PBB dan Johan Rosihan dari PKS. (yan)