Gerindra Tak Paksa Kader Jadi Calon Bupati KLU

Ridwan Hidayat
Ridwan Hidayat.( IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Gerindra menjadi partai pemenang di Pileg Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2019; dengan kursi terbanyak di DPRD setempat, yakni lima kursi. Butuh satu kursi lagi dari partai koalisi untuk bisa mengusung pasangan calon kepala daerah pada Pilkada KLU 2020.

Kendati sebagai pemenang, Gerindra tak saklek harus mengusung kader sebagai calon bupati. Mengingat hal itu sangat tergantung dari elektabilitas kader serta situasi politik yang berkembang. “Jadi kita tak patok kader yang diusung Gerindra harus jadi calon bupati,” kata Ketua DPD Gerindra NTB Ridwan Hidayat, kemarin.

Menurutnya, pilkada itu sangat jauh berbeda dengan pileg. Pilkada sangat ditentukan oleh ketokohan dan popularitas figur yang diusung. Oleh karena itu, ia tak memaksakan kader jadi calon bupati. Jadi calon wakil bupati tidak masalah, jika memang peluang menang lebih besar.

Terlebih saat ini, hanya ada dua calon bupati yang punya potensi besar menang, yakni Ketua DPC Demokrat KLU Najmul Akhyar yang juga Bupati KLU, dan Ketua DPC PKB KLU Djohan Sjamsu. “Gerindra cukup realistis di Pilkada KLU. Jika kita tak bisa jadi calon bupati, tak masalah jadi calon wakil,” tandas Anggota DPRD NTB tersebut.

Bahkan, pihaknya tak mungkin memaksakan kader jika memang kader tidak siap maju. Akan jadi suatu persoalan serius, jika kader yang diusung ternyata tidak siap. Khawatirnya, hasil yang dicapai tidak akan maksimal.

Misalnya saja, Ketua DPC Gerindra KLU Sudirsah Sujanto dan Ketua DPRD KLU dari Gerindra Nasrudin, keduanya menyatakan tidak siap maju. “Jika tidak ada siap di internal, kita cari figur dari luar,” tandasnya.

Seperti diketahui, Wakil Bupati KLU Sarifudin yang juga kader Gerindra, belum memberi kepastian maju pilkada. Ridwan sendiri memastikan, Sarif masih kader Gerindra. Hanya saja, yang bersangkutan tidak pernah ada komunikasi. Namun ia mengakui, Sarif memiliki peluang diusung Gerindra. “Kalau mau diusung, tentu harus ada komunikasi dengan partai. Tetapi kan tidak pernah ada komunikasi,” lugasnya.

Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto mengungkapkan, Gerindra tak mau membatasi diri dengan figur tertentu. Pihaknya sangat terbuka dengan berbagai opsi. “Semua figur kita jajaki. Kita tak mau batasi diri pada figur tertentu saja,” lugasnya. (yan)