Gerhana Matahari Cincin Terjadi pada 10 Juni 2021

Gerhana Matahari Cincin. (IST/IG @icws_infocegatanwilayahsragen)

MATARAM–Pada 26 Mei 2021 lalu, terjadi fenomena gerhana bulan total atau akrab disebut super blood moon. Masyarakat menyambut sukacita fenomena alam itu, dan tak sedikit yang mengabadikannya di media sosial.

Nah, pada 10 Juni 2021 akan kembali terjadi gerhana. Namun kali ini yang gerhana bukan bulan, melainkan matahari, tepatnya Gerhana Matahari Cincin.

Tetapi sayangnya, seperti dikutip dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena Gerhana Matahari Cincin ini hanya dapat disaksikan di Pulau Ellesmere dan Baffin (Kanada) serta Kawasan Siberia (Rusia) dengan ketampakan maksimum terjadi pada pukul 17.43.05 WIB /18.43.05 WITA / 19.43.05 WIT. Sementara itu, wilayah seperti Greenland, Islandia, Eropa, Rusia, negara-negara Asia Tengah dan Tiongkok bagian Barat dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

BACA JUGA :  Miras Ilegal Diamankan dari Dua Warung di Pantai Selong Belanak

Lalu kapan Gerhana Matahari bisa teramati di Indonesia? Masih menurut informasi dari LAPAN, tidak ada Gerhana Matahari yang melintasi Indonesia pada 2021. Jadwal terdekat Gerhana Matahari yang bisa diamati Indonesia terjadi pada April 2023.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengungkapkan, terhitung sejak tahun 2020 hingga tahun 2100 nanti, fenomena Gerhana Matahari yang bakal terjadi sampai 13 kali. “Gerhana matahari yang melintasi Indonesia di tahun 2020-2100, totalnya ada 13,” kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin.

BACA JUGA :  Gerhana Matahari Cincin 10 Juni 2021, BMKG: Tidak Ada Dampak ke Bencana

Sebagai informasi, Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi. Ada empat jenis Gerhana Matahari yaitu Gerhana Matahari Total, Cincin, Parsial, dan Hibrid. (RL)