Gerhana Bulan Sebagian pada Hari Pertama WSBK Mandalika 19 November

Ilustrasi gerhana bulan. LAPAN mencatat akan terjadi gerhana bulan sebagian pada 19 November 2021. (Foto IST IG)

MATARAM–Gelaran balap World Superbike (WSBK) akan resmi dimulai di Sirkuit Mandalika pada 19 November 2021. Pada hari yang sama juga digelar Idemitsu Asia Talent Cup yang sempat ditunda.

Spesialnya, pada hari pertama WSBK dan gelaran IATC ini, terjadi fenomena langit gerhana bulan sebagian. Dikutip dari Edukasi Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI yang ditulis  Andi Pangerang, Pusrissa OR-PA BRIN, disebutkan bahwa pada 19 November 2021, gerhana bulan sebagian akan terjadi di Indonesia.

Gerhana bulan sebagian kali ini merupakan gerhana ke-45 dari 71 gerhana dalam Seri Saros-126. Seri Saros adalah sekumpulan gerhana yang mana interval dua gerhana yang berurutan merupakan Siklus Saros. Siklus Saros sendiri adalah siklus gerhana yang durasi rata-ratanya selama 18 tahun 11 hari 8 jam dan terpaut sebesar 223 lunasi (siklus sinodis Bulan). Seri Saros dapat terdiri dari 70-80 gerhana dan berumur 1200-1400 tahun.

BACA JUGA :  Marshal Banyak yang Mengundurkan Diri

Gerhana bulan diawali dengan fase awal penumbra yang terjadi pada pukul 13.00.20 WIB / 14.00.20 WITA / 15.00.20 WIT. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase Awal Penumbra dikarenakan Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.

Fase gerhana bulan selanjutnya adalah awal sebagian yang terjadi pada pukul 14.18.21 WIB / 15.18.21 / 16.18.21 WIT. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal sebagian karena bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.

Lalu puncak gerhana bulan sebagian terjadi pada pukul 16.02.53 WIB / 17.02.53 WITA / 18.02.53 WIT. Wilayah yang dapat menyaksikan fase puncak gerhana bulan sebagian antara lain: Provinsi Papua Barat (kecuali Kabupaten Kepulauan Raja Ampat), Provinsi Papua dan sebagian Provinsi Maluku (Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara / Kepulauan Kei, Kabupaten Kepulauan Aru). Fase puncak gerhana dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut dekat gugus Pleaides konstelasi Taurus.

BACA JUGA :  Warga Tak Bisa Lagi Nonton dari Pohon

Adapun untuk fase akhir sebagian terjadi pada pukul 17.47.23 WIB / 18.47.23 WITA / 19.47.23 WIT. Wilayah yang dapat menyaksikan fase ini antara lain: Pulau Papua, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimatan, Nusa Tenggara, Pulau Madura, Bali dan Jawa (Kecuali Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat) serta sebagian Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas) dan Provinsi Bangka Belitung (Kecuali Kabupaten Bangka Barat). Fase akhir sebagian dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut dekat gugus Pleaides konstelasi Taurus.

Selanjutnya fase akhir penumbra terjadi pada pukul 19.05.28 WIB / 20.05.28 WITA / 21.05.28 WIT. Seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan fase akhir penumbra ini. Fase Akhir Penumbra dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut di dekat gugus Pleaides konstelasi Taurus. (LAPAN/RL)