Gerbong Golkar Terancam Pecah

TERANCAM PECAH: Gerbong dukungan Parrai Golkar NTB terancam pecah dengan munculnya Ahyar Abduh dan Suhaili (Dok/Radar Lombok)

MATARAM—Keputusan Ahyar Abduh, tetap melaju memperebutkan kursi NTB 1, didukung maupun tidak didukung Partai Golkar diprediksi membuat gerbong partai berlambang pohon beringin terbelah.

"Basis dukungan Golkar tentu akan terbelah dengan maju dua politisi senior Golkar," kata Pengamat UIN Mataram, Agus M Si, kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (3/3).

Dikatakan, Ahyar Abduh punya potensi untuk diusung partai politik lain selain Partai Golkar. Nampaknya pun Partai  Golkar sudah mengunci pintu untuk Ahyar Abduh.

Namun demikian, Andai tren elektabilitas atau daya keterpilihan Ahyar Abduh terus naik karena rajin membangun komunikasi politik dengan semua komponen. Maka Ahyar akan menjadi lirikan partai  politik lainnya.

"Semua parpol menjadikan tren elektabilitas ini menjadi tolak ukur dan pertimbangan mengusung calon kepala daerah," ucap mantan Komisioner KPU Provinsi NTB itu.

Ahyar Abduh pun akan terus bergerilya menggalang dukungan maju di suksesi di pilkada NTB. Misalnya, kehadirannya dalam acara Hari Jadi (HADI) NW ke 64 tahun, merupakan simbol bahwa Ahyar dibukakan pintu untuk menggunakan rumah NW dalam pertarungan politik 2018.

"Ini juga menunjukkan bahwa Ahyar memiliki hubungan emosional dengan NW," imbuhnya.

[postingan number=3 tag=”golkar”]

Dengan kondisi itu, maka pertarungan perebutan kursi NTB 1 relatif cukup ketat. Duel Ahyar dan Suhaili akan menjadi atraksi menarik di panggung politik 2018.
Kedua tokoh politik ini memiliki kelebihan masing-masing. Mereka sama-sama politisi senior, sama-sama memerintah 2 periode, sama-sama memiliki basis militan, sama-sama senior di Golkar, dan sama-sama tokoh kharismatik.

"Dampaknya pun eskalasi di internal Golkar akan meningkat," paparnya.

Sementara pendapat berbeda disampaikan, pengamat politik NTB, Dr. Kadri. Ia berpandangan, meskipun Ahyar Abduh maju dalam suksesi di pilkada NTB tanpa dukungan partai berlambang pohon beringin tersebut tidak akan membuat eskalasi di internal Partai Golkar memanas. Ia menilai, Ahyar bukanlah sosok mainstream atau arus utama di Partai Golkar di NTB.

"Itu terlihat ketika ada perpecahan di DPP dan berimbas ke daerah. Relatif Ahyar mencari selamat sendiri," tambahnya.

Ahyar pun sudah menyadari kondisi itu. Sehingga Ahyar relatif lebih banyak menyisir simbol-simbol dukungan di luar Partai Golkar. Misalnya, NW dan lainnya.

Kendati demikian, majunya Ahyar Abduh dalam kontestasi di pilkada NTB sedikit tidak membuat gerbong partai Golkar terbelah. Namun menurutnya, itu hanya akan terjadi di kota Mataram. Sedangkan, di kabupaten kota lainnya relatif Partai Golkar solid mendukung dan mengusung calon dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Karena pasti kader itu takut dipecah. Jika mbalelo dengan kebijakan partai," pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid