Gerak Jalan Pakai Kostum Bra di Wanasaba Berbuntut Panjang

DEMO : Puluhan warga berdemo di depan kantor Camat Wanasaba, Senin (22/8). Mereka memprotes adanya peserta gerak jalan HUT RI yang berpakaian tidak pantas. (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG –  Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Akhlak berdemo di depan kantor Camat Wanasaba, Senin (22/8). Mereka memprotes aksi gerak jalan memakai kostum bra saat peringatan HUT RI beberapa waktu lalu. Foto dan video peserta yang memakai kostum bra viral di media sosial. Pendemo meminta panitia bertanggungjawab karena mengizinkan peserta tampil dengan pakaian yang dianggap tidak mencerminkan budaya religious Lombok Timur itu.

Dalam aksinya itu warga meminta panitia dan Camat bertanggung jawab dan meminta maaf secara terbuka.  Pihak panitia dan Camat dianggap lalai dan terkesan membiarkan  salah satu kelompok peserta gerak jalan menggunakan pakaian yang tidak pantas. Hal tersebut dianggap sangat mencoreng kesakralan peringatan hari kemerdekaan bangsa ini.” Kami meminta camat dan panitia untuk meminta maaf,” terang Koorlap aksi, Zaini.

Baca Juga :  Sebagian Besar Petahana Tumbang di Pilkades Lotim

Lebih lanjut disampaikan, ulah para peserta gerak jalan jelas tidak menghargai jasa dan perjuangan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan bangsa ini. Namun perjuangan para pahlawan kemerdekaan sama sekali tidak dihargai.” Makanya kita pertanyakan dimana sikap nasionalisme. Apakah semangat nasionalisme kita hanya sebatas angan- angan. Sebagai penerus bangsa semestinya kita harus menumbuhkan semangat nasionalisme. Terutama kita sebagai kalangan muda harus kita bisa menjaga akhlak,” kesalnya.

Sebagai warga negara terutama pemuda imbuhnya, harusnya mereka bisa mengisi kemerdekaan ini dengan nilai-nilai dan prilaku yang baik. Kemerdekaan yang bermakna kebebasan memiliki arti bahwa melakukan sesuatu itu harus sesuai dengan norma- norma yang berlaku di negara ini. Bukan berbuat semaunya tanpa melihat dampak yang ditimbulkan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Telur Luar Masih Mendominasi, Pemkab Turun Tangan

Camat Wanasaba, Yusri, yang menerima pendemo meminta maaf secara terbuka atas atas apa yang terjadi. Ini, katanya, menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi.

” Kami atas nama pemerintah Kecamatan Wanasaba meminta kepada masyarakat atas adanya peserta gerak jalan yang menggunakan pakaian yang tidak pantas,” tegasnya.

 

Setelah itu kemudian Camat Wanasaba membuat pernyataan tertulis di atas materai dan meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. (lie)

Komentar Anda