Gerai Matahari Tutup, Nasib LCC Kian Suram

Gerai Matahari Tutup, Nasib LCC Kian Suram
SURAM : Dalam beberapa bulan terakhir pusat perbelanjaan LCC di Gerimak Narmada sepi pengunjung. (Rasinah Abdul Igit/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Pusat perbelanjaan di Narmada, Lombok City Center (LCC) kian suram. Setelah sekian lama sepi pengunjung, kini ada kabar akan tutupnya operasional gerai Matahari di LCC. Kabarnya PT. Matahari Department Store akan menutup dua gerainya di Indonesia pada Desember ini yakni yang ada di Mall Taman Anggrek Jakarta dan di LCC Lombok Barat.

BACA JUGA :  Pemkab Lombok Barat akan Mekarkan Kecamatan Sekotong dan Narmada

Menanggapi hal ini, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengungkapkan rencana tutupnya Matahari di LCC bukan berarti ekonomi di Lobar itu tidak tumbuh. Tentu ada banyak sisi yang mempengaruhi kondisi ini.

Ia memberikan contoh, di satu sisi gerai Matahari akan tutup, namun di sisi lain ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tumbuh, bahkan antre urus izin gerai baru. Pemkab sendiri melakukan seleksi ketat agar tidak mengganggu UKM. Ini menurutnya sebagai bukti bahwa ekonomi daerah ini tetap tumbuh. “Jadi yang tutup satu, yang minta izin banyak, ini kan soal pilihan masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Fauzan menjawab kesan Pemkab terlalu “keasyikan” menerbitkan izin ritel modern. Ia mengatakan, izinnya sebagian sudah ada sebelum dirinya menjabat Bupati Lobar. Khusus semasa dirinya jadi bupati, izin dikeluarkan secara selektif, melihat lokasi agar tidak dianggap membunuh pedagang kecil. Sebagai contoh saat ini yang akan dibuka di samping Sheraton Senggigi. “Di samping Sheraton itu kan tidak mengganggu. Jadi kita selektif,” tandasnya.

Rencana penutupan gerai Matahari di LCC disampaikan oleh Store Manager Matahari di LCC, Abdul Aziz, sebagaiman dikutip JPNN dan media lainnya. Penutupan dilakukan per 1 Januari 2018. “ Semula dibuka dengan optimistis. Tapi dua tahun perkembangan mal ini sepi,” kata Azis.

BACA JUGA :  PMI Lombok Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Menurutnya, ini berkaitan dengan sepinya LCC yang tidak semakin berkembang penyewanya. Jumlah karyawan yang semula 250 orang pun menyusut menjadi 150 orang. ”Tidak profitable. Pencapaian target minus sejak dibuka,” ungkapnya.(zul)