Gepeng Modus Jual Tisu Ditertibkan

PATROLI: Petugas intens melakukan patroli untuk menertibkan para gelandangan dan pengemis (Gepeng) bermodus jualan tisu yang mulai meresahkan. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Aksi yang dilakukan para gelandangan dan pengemis (Gepeng) di perempatan-perempatan jalan di Kota Mataram, yang rata-rata dilakukan anak-anak dengan modus menjual tisu, kian meresahkan saja.

Untuk itu, pihak Satgas Dinas Sosial Kota Mataram bersama Lurah Gomong, Lalu Husni Badrin, turun langsung melakukan penertiban para Gepeng yang banyak ditemukan di perempatan jalan wilayah Kelurahan Gomong.

“Kami memberikan arahan dan teguran keras kepada para penjual tisu yang terkadang sambil mengemis. Bahkan mereka juga terkadang menyuruh dan membiarkan anak-anak nya untuk menjual tisu atau mengemis di beberapa persimpangan jalan Kota Mataram. Di mana kegiatan tersebut merupakan eksploitasi anak,” kata Kadis Sosial Kota Mataram, Baiq Asnayati, Minggu kemarin (18/4).

Sejak awal bulan Ramadan, petugas terus intens melakukan patroli. Beberapa tempat tongkrongan para fepeng itu juga telah disisir petugas. Dimana dari temuan petugas, berbagai macam alasan mereka mengemis, antara lain ingin mendapatkan uang tambahan untuk membayar cicilan kredit koperasi atau melunasi hutang dan buat beli kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Mereka rata-rata telah menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Sosial PKH dan atau BPNT dari pemerintah, serta telah memiliki jaminan kesehatan dari Pemerintah Kota Mataram bila memiliki Adminduk Kota Mataram,” jelasnya.

Untuk diketahui bersama, Kota Mataram telah memiliki peraturan daerah (Perda) tentang penanggulangan pengemis, anak jalanan dan gelandangan, yaitu Perda No.5 Tahun 2012, serta peraturan tentang larangan melakukan eksploitasi anak yang tertuang dalam UU Perlindungan Anak No.35 Tahun 2014.

“Mari bersama lindungi anak, perempuan dan Lansia dari berbagai macam bentuk ekploitasi, dengan cara tidak memberikan uang kepada Gepeng modus pedagang tisu di jalanan. Lebih baik salurkan donasi anda ke lembaga sosial yang legal,” imbaunya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H Muhtar mengatakan, untuk penertiban memang harus gencar dilakukan. Karena kalangan Gepeng saat ini juga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan empati. Mereka bahkan tega mengajak anak-anak mereka turun berpanas dan hujan di jalan.

Tidak hanya saat bulan Ramadan saja, namun selanjutnya terus dilakukan pembinaan. Karena selama ini para Gepeng dan Anjal ini terus muncul tak hanya di Kota Mataram saja, namun juga di luar Kota Mataram. “Sebagai Kota layak anak, nasib anak-anak ini harus diperhatikan. Semua dinas harus berperan untuk mengentaskan Gepeng dan Anjal di Kota Mataram,” tegasnya. (dir)