Genjot Produksi Buah, Kementan Kembangkan 1.800 Kampung Buah

WISATA PETIK MELON: Petani di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat, memiliki perkebunan buah golden melon, yang kini ramai dikunjungi wisatawan untuk memetik buah melon. (dok/radarlombok)

JAKARTA–Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menggenjot produksi buah-buahan lewat pengembangan Kampung Buah.

Kampung Buah merupakan bagian dari program Kampung Hortikultura yang diinisiasi Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.

“Kementan dalam rangka mendorong perkembangan (hortikultura), kami memiliki program Kampung Hortikultura,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto belum lama ini.

Program tersebut, jelas pria yang biasa disapa Anton itu, merupakan langkah Kementan untuk mendukung perkembangan serta meningkatkan daya saing hortikultura Indonesia.

Ada beberapa jenis kampung di bawah Kampung Hortikultura, salah satunya Kampung Buah.

Baca Juga :  Embung Bantu Petani Tingkatkan Produktivitas Padi

Jumlah Kampung Buah yang dibina Kementan mencapai 1.811 kampung dalam kurun 2020- 2022. Terdiri dari 134 Kampung Jeruk, 149 Kampung Mangga, 137 Kampung Manggis, 243 Kampung Pisang, 422 Kampung Durian, 253 Kampung Lengkeng, 284 Kampung Alpukat, dan 189 Kawasan Buah Lainnya.

Untuk mengembangkan Kampung Buah, jelas Anton, Kementan memberi dukungan berupa satu paket bantuan lengkap.

Mulai dari benih, sarana produksi (saprodi) pertanian, pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT) hingga sarana dan prasarana pascapanen dan pengolahan.

Baca Juga :  Kementan: Negara Tujuan Ekspor Berlakukan Aturan Ketat, Justru Buat Produk Porang Kita Berkualitas

Kementan juga menyediakan sistem peringatan dini atau early warning system untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas hortikultura, termasuk buah, di masyarakat.

Kementan, kata Anton, juga membuat sistem penyediaan data statistik (Sipedas) hortikultura. Data ini diperbarui oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ke Kementan setiap tanggal 10, 15, dan 25 setiap bulannya. (gt)

Komentar Anda