Gempa, Pasien RSUD Lombok Utara Berhamburan Keluar

Gempa lombok
DIEVAKUASI : Puluhan pasien dievakuasi ke selasar RSUD saat terjadi gempa. (HUMAS RSUD FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Gempa bumi yang melanda Lombok khususnya Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dimulai pada pukul 06.47 WITA, Ahad (29/7)  membuat panik seluruh warga KLU. Tak terkecuali pasien RSUD KLU. Terlebih gempa susulan terus terjadi hingga petang. Berdasarkan catatan BMKG, hingga 16.00 WITA telah terjadi 133 kali gempa susulan.

BACA JUGA: LOMBOK BERDUKA : Diguncang Gempa 6,4 Skala Richter

Saat gempa utama berkekuatan 6,4 SR melanda, sejumlah pasien dan keluarga pasien panik berhamburan keluar. Petugas medis pun mengevakuasi pasien, baik di ruang rawat inap lantai pertama maupun kedua, karena kejadian gempa terjadi pada saat manajemen libur. “Semua tim kami telepon pada hari libur menuju RSUD, dan semuanya berdatangan melakukan evakuasi,” ujar Direktur RSUD KLU dr. H. Lalu Bahrudin kepada Radar Lombok, kemarin.

Terdapat puluhan pasien yang dievakuasi di seluruh ruang rawat inap (Irna) baik kelas I, II, dan III, termasuk IGD. Pasien yang dievakuasi juga dibantu oleh pihak luar untuk dibawa ke tempat lebih aman sesuai petunjuk arah evakuasi tertempel di dinding RSUD. Bahkan dengan refleks sejumlah pasien dan keluarga pasien berlari menyelamatkan diri karena khawatirnya gempa susulan. “Tadi pasien yang kondisi strok pun langsung lari terbirit-birit ketakutan. Tidak bisa jalan, akhirnya bisa jalan,” ungkapnya.

Pasien RSUD ini dievakuasi ke selasar, depan ruangan, dan ruang loket pendaftaran. Selain itu ada dua tenda dibangunkan di samping IGD dan halaman belakang gedung RSUD. Tenda dikhususkan bagi keluarga pasien. Jikapun pasien ingin ke tenda diberikan izin. Evakuasi ini akan berjalan selama tiga hari untuk tanggap darurat. “Kita sudah minta naik atau masuk kembali ke ruang awat inap, mereka tidak mau karena kondisi trauma. Mereka lebih memilih pulang jika disuruh naik (masuk) ke ruangan,” tuturnya.

Dokter, perawat dan bidan tetap stand by melakukan perawatan di luar. Apabila pasien sudah tidak trauma lagi, pasien akan dibawa ke dalam ruangan. Untuk Ahad malam, perwatan tetap dilakukan di tempat evakuasi. “Kami juga rencana mendatangkan penceramah untuk memberikan ketenangan kepada seluruh pasien malam ini (kemarin malam),” tandasnya.

BACA JUGA: Kepanikan Warga Lombok Diguncang Gempa 6,4 Skala Richter (Bagian 1)

Terkait kondisi bangunan RSUD, kata Bahrudin, terdapat plafon yang jatuh dan tembok dalam kondisi retak, namun tidak menimpa siapapun pada saat evakuasi. “Alhamdulillah, tembok gedung tidak ada yang roboh,” pungkasnya. (flo)