Gempa Bumi Lebih Dahsyat Porak-Porandakan Lombok

Ilustrasi Gempa
Ilustrasi Gempa

MATARAM – Bencana gempa bumi kembali memporak-porandakan pulau Lombok. Kali ini lebih dahsyat lagi dengan kekuatan 7,0 skala richter. Lebih besar dibandingkan gempa sebelumnya 6,4 skala richter yang telah menewaskan 20 orang. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram menyampaikan, gempa bumi terjadi sekitar pukul 19.46 Wita dengan kekuatan 7,0 skala richter. “Gempa bumi sempat berpotensi tsunami, tapi sekarang warning tsunami sudah berakhir,” terang Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto pada Minggu malam (5/8)

BACA JUGA: Gubernur NTB Instruksikan Sekolah Diliburkan

Gempa tersebut berpusat  pada koordinat 8,37° Lintang Selatan dan 116,48° Bujur Timur pada kedalaman 15 kilometer. Berjarak 27 Km timur laut Lombok Utara.

Seluruh masyarakat berhamburan keluar rumah. Mereka menangis dan saling berpelukan. Gempa ini diikuti oleh beberapa kali gempa susulan yang juga cukup besar. “Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Tetap berpedoman pada informasi yang kami sampaikan,” pinta Agus. 

Masyarakat semakin takut karena adanya warning tsunami. Beberapa pantai juga dikabarkan mengalami air laut naik. Namun saat ini, semua masih aman. Meski menimbulkan banyak korban luka dan rumah rubuh. 

Agus menghimbau  warga sekitar pantai Lombok Utara untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Masyarakat harus tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat.

Secara teori, Gempa bumi susulan akan lebih kecil dari gempa bumi utama. Namun masyarakat diharapkan agar tetap waspada. “Kekuatan gempabumi susulan secara teori tidak lebih besar dari gempa utamanya. Gempa 7,0 skala richter ini bisa jadi merupakan gempabumi di sumber yang berbeda namun lokasinya berdekatan dengan yang 29 Juli,” kata Agus. 

Potensi gempa susulan masih akan terjadi. Namun waktunya tidak dapat diprediksi. “Belum ada alat di dunia ini yang mampu deteksi waktu gempa. Jadi, jangan percaya pada isu yang tidak jelas,” tegas Agus.

Salah seorang warga Labuapi, Idris mengaku sangat ketakutan dengan gempa. “Ini berkali-kali, sangat besar. Kami semua warga kumpul di lapangan, gak berani masuk rumah,” terangnya. 

Idris tidak memikirkan apapun ketika gempa terjadi. Dia hanya ingin bersama istri dan anaknya. “Alhamdulillah di lingkungan kami, BTN Lantana Garden tidak ada yang terluka. Tapi kami masih tidur di luar rumah. Semoga semua baik-baik saja,” tutup ketua RT 13 ini. 

Gempak berkekuatan besar ini juga tak ayal menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Berdasarkan data sementara BPBD NTB. Jumlah korban meninggal dunia mencapai puluhan orang. Tercatat kebanyakan berasal dari Kabupaten Lombok Utara. Di Desa Gondang Kecamatan Gangga korban meninggal dunia 9 orang. Kemudian Desa Sesait 5 . orang. Desa Santong Pansor Daya Kecamatan Kayangan 3 orang. Desa Dangiang Kecanatan Kayanngan 10 orang. Sementara Desa Sesait Kecamatan Kayangan rusak parah dan belum bisa terdeteksi dengan pasti. Disebabkan daerah itu gelap gulita karena listrik terputus. ” Itu jumlah korban sementara di KLU,” ujar Kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD NTB, Agung Pramuja. 

Goncangan besar gempa tektonik ini juga menyebabkan kerusakan parah di Kota Mataram. Banyak bangunan rusak. Selain itu beberapa pusat perbelanjaan ternama juga mengalami kerusakan. Namun, jumlah korban belum bisa diketahui secara pasti. 

Walikota Mataram H Ahyar Abduh, dengan sigap menenangkan warganya. Melalui rekaman suara yang diperdengarkan oleh mobil patroli satpol pp Kota Mataram. Himbauan tetap tenang disampaikan kepada warga. Utamanya warga Mataram yang mengungsi ke tempat-tempat terbuka. Seperti lapangan dan sebagainya. Walikota meminta warga tidak percaya dengan isu akan terjadinya tsunami akibat naiknya air laut pantai Ampenan. Apalagi kata dia, BMKG sudah menyatakan mencabut potensi tsunami akibat gempa tektonik berkekuatan 7 SR. ” Silahkan tetap tenang dan pulang ke rumah masing-masing. Potensi tsunami dipastikan sudah tidak ada dan dicabut BMKG. Mari kita berdoa kepada Alloh agar diberikan keselamatan bersama-sama,” ujar himbauan yang disampaikan melalui pengeras suara. 

Himbauan itu nampaknya cukup membuat tenang warga. Terbukti dengan banyak warga yang meninggalkan lapangan menuju rumah masing-masing. ” Kita tetap was-was karena banyaknya isu yang didengar. Kalau sudah pemerintah menyampaikan demikian kita cukup tenang tapi tetap waspada,” ujar Halil warga Turida.(zwr/gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut