Gembok Dirusak, Dishub Lapor Polisi

GEMBOK DIRUSAK: Gembok pelanggar parkir milik Dishub Kota Mataram dirusak pemilik kendaraan yang digembok di Jalan Pejanggik, dan kasus perusakan ini dilaporkan Dishub ke kepolisian. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM — Perusakan gembok parkir milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram kembali terulang. Kali ini perusakan terjadi di Depan Bank BRI Jalan Pejanggik. Pemilik mobil Toyota Fortuner warna hitam diketahui petugas merusak gembok milik Dishub. Mobil tersebut digembok karena melanggar larangan parkir di Jalan Pejanggik.

Tidak terima gemboknya dirusak, pihak Dishub langsung melaporkan dan membawa pemilik mobil ke Polresta Mataram. “Kita laporkan ke polisi. Harus diganti itu gembok kita yang rusak. Kita tidak menerima uang untuk pergantian. Tapi dicarikan kita gembok serupa. Ada barang milik mereka yang kita sita. Tapi sudah selesai tadi Polresta Mataram,” ujar Kepala Dishub Kota Mataram, M Saleh kepada Radar Lombok di Mataram, kemarin (16/9).

Perusakan terjadi sekitar pukul 14.00 wita. Pengrusakan terekam jelas dari pantauan CCTV Dishub yang terpasang di Jalan Pejanggik. Petugas Dishub bersama kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk memproses pemilik kendaraan. “Dari CCTV itu terlihat upayanya merusak dan memang gembok kita jadi rusak. Awalnya dia tidak ngaku tapi kan kita lihat di CCTV,” katanya.

Baca Juga :  Sejak Januari 92 Warga Mataram Positif Covid-19, 5 Meninggal dan 42 Masih Isoman

Dishub lapor polisi untuk memberi efek jera kepada pelanggar. Pelanggar kata Saleh tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena sudah memenuhi unsur pengrusakan barang milik negara dan bisa diproses dikepolisian. “Itu yang dirusak kan barang milik negara. Bisa dipidana dua atau tiga tahun. Kita ingin buat efek jera,” katanya.

Perusakan gembok Dishub terjadi berulang kali. Tercatat sudah lima kali gembok Dishub dirusak pelanggar. Diantaranya di Lombok Epicentrum Mall. Kemudian di Jalan Pejanggik dan lokasi lainnya. “Itu kuncinya dirusak dan ditendang pakai kaki sampai terlepas. Ini kan karena karetnya longgar dan terbuka jadinya,” terangnya.

Kedepannya, Dishub tidak hanya meningkatkan pengawasan. Kemudian akan menempelkan stiker pemberitahuan kepada pelanggar. Bahwa merusak gembok, bisa berakibat fatal dan merusak mobil pelanggar. “Kita akan tempelkan stiker itu untuk pemberitahuan kalau merusak gembok bisa merusak mobilnya. Juga kalau merusak bisa proses hukum,” terangnya.

Baca Juga :  Pengusaha belum Ajukan Izin Ulang Pasca Pengesahan revisi Perda RTRW

Dia mengakui, kondisi gembok pelanggar parkir memang cukup rentan dirusak. Namun karena keterbatasan anggaran. Dishub belum bisa membeli gembok yang kualitasnya lebih baik dan tidak gampang rusak.

“Nanti kita ada pengadaan tahun depan. Kalau yang sekarang belum bisa. Gembok yang ada kadang-kadang kita perbaiki dulu sebisanya. Kalau tidak bisa diperbaiki ya rusak total. Gembok kita kan hanya 10,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasi (Dalops) Dinas Perhubungan Kota Mataram, Arif Rahman mengatakan, walaupun pemilik kendaran menyangkal melakukan pengerusakan. Tapi Dishub punya bukti kuat rekaman CCTV. “Proses kepolisian bagi pengemudi yang merusak gembok Dishub yang sudah terpasang,” katanya. (gal)