Gelombang Tinggi, Nelayan Tetap Melaut

GIRI MENANG – Cuaca buruk di perairan Lombok Barat sejak Selasa (2/8) lalu hingga saat ini membuat dua perahu nelayan dan dermaga di Pantai Kuranji Dusun Kuranji Bangsal Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi rusak diterjang gelombang.

Meski gelombang tinggi, nelayan setempat tetap nekat melaut untuk mencari ikan. Alasannya, mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga kalau libur melaut. “ Gelombang ini sudah terjadi sejak Selasa lalu, tapi kami tetap melaut meskipun takut. Kalau nggak melaut mau makan apa,” ungkap Samiah (45), salah seorang nelayan setempat kepada Radar Lombok, Kamis (4/8).

Tidak semua nelayan nekat melaut. Ada yang memilih aman, menunggu hingga kondisi cuaca normal. Gelombang tinggi memang sangat menghambat aktivitas melaut mereka. Gelombang laut bahkan sampai menerjang pemukiman mereka.” Hari Rabu itu air laut sampai masuk ke rumah-rumah warga,” kata Husen, nelayan lainnya.

Gelombang juga membuat rusak dermaga di Pantai Kuranji. Ujung dermaga yang masuk sebagai bagian dari tempat pelelangan ikan patah akibat diterjang gelombang. Gelombang besar ini juga terjadi di pesisir Pantai Cemara Kecamatan Lembar dan Pantai Endok Kecamatan Gerung. Imbasnya, nelayan di kedua pantai ini juga memilih waspada.” Kalau kami turun kami melihat cuaca, kalau agak mendingan baru turun (melaut)” ungkap nelayan Pantai Endok, Sahnan.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat HM. Najib mengaku mengetahui keluhan nelayan selama gelombang tinggi saat ini. Namun dirinya belum turun mengecek lapangan.” Kita akan segera turun dan memberikan bantuan,” ungkapnya.

Ia juga menanggapi ancaman abrasi yang ada di Pantai Endok Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung. Salah satu penyebabnya adalah jetty PLTU Jeranjang. Ia meminta warga proaktif melapor titik mana saja yang kena ancaman.” Kita minta masyarakat proaktif menginformasikan kita,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid