Gelaran TTG XVIII Dibuka

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menerima penghargaan dari Menteri Eko Putro Sandjojo atas perhatiannya terhadap Teknologi Tepat Guna (TTG).

MATARAM – Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) XVIII tahun 2016 telah resmi dibuka di Islamic Center (IC), Rabu kemarin (23/11).

Dalam acara tersebut, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mendapatkan penghargaan sebagai kepala daerah yang memberikan peran besar dalam pembinaan Teknologi Tepat Guna (TTG).

Ketua panitia Gelaran TTG, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD)  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika menyampaikan, pemberian penghargaan kepada kepala daerah merupakan yang pertama kalinya dilakukan dalam perhelatan TTG. “Kalau dulu, yang menyelenggarakan TTG itu Kemendagri, tapi mulai tahun ini Kemendes. Dan pertama kali juga ada pemberian penghargaan,” katanya dalam acara pembukaan Gelaran TTG di Islamic Center (IC) yang dihadiri sekitar 3 ribu peserta, Rabu kemarin (23/11).

Penghargaan diberikan kepada 9 gubernur, 8 bupati, dan 4 wali kota yang dianggap sangat komitmen melakukan pembinaan terhadap TTG. Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi merupakan salah satu yang dapat penghargaan. Sedangkan 8 bupati yang juga diberikan penghargaan, ada nama Bupati Lombok Timur H Ali Bin Dahlan. Sementara untuk wali kota tidak ada yang terpilih dari NTB.

Dikatakan, gelaran TTG merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memasyarakatkan inovasi hasil teknologi tepat guna yang tersebar di seluruh daerah di Idonesia. Tahun ini dilaksanakan di NTB mulai tanggal 22 sampai dengan 26 November 2016. “Selain itu, TTG dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan pertukaran informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di desa,” ucapnya.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyambut baik terselenggaranya kegiatan TTG XVIII. Kegiatan seperti ini, menjadi bukti bahwa banyak generasi muda Indonesia yang sejatinya memiliki inovasi dan kreativitas dalam penciptaan berbagai produk.

Selama ini, panggung atau ruang kerap kali dikuasai oleh para politisi. Sementara untuk investor, cendikiawan dan lainnya masih minim. “Kalau kita ingin maju, bukalah ruang untuk inventor, bukan hanya untuk politisi saja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyampaikan, sebagai suatu bangsa perlu banyak kegiatan yang bisa menyambung silaturahmi seperti saat ini. Apalagi dengan gelaran teknologi akan menghadirkan penemuan-penemuan dari anak-anak negeri. “Harapan saya, semoga TTG ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa memajukan daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan, semua peserta diminta untuk tidak hanya sekedar mencari prestasi. Namun para inventor atau penemu harus juga bisa turun ke lapangan dan menerapkan teknologi yang ditemukannya di desa-desa.

Masyarakat di desa sangat membutuhkan teknologi untuk bisa berkembang dan maju. Oleh karena itu, Eko yakin gelaran TTG akan mendatangkan banyak manfaat. “Melalui teknologi bisa mempercepat pertumbuhan perekonomian dan juga kesejahteraan masyarakat di perdesaan. Makanya gunakanlah inovasi-inovasi untuk memajukan desa,” ujarnya.

Dalam cara pembukaan tersebut, diumumkan juga pemenang lomba inovasi TTG. Perwakilan dari NTB, Fauzal Bahri dari Dusun Bangle Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur, berhasil juara tiga dengan penemuan inovasi kaki palsu atau alat bantu cacat tubuh. Fauzal Bahri kalah oleh perwakilan dari Kabupaten Lampung Timur yang juara satu dan perwakilan Tanjung Pinang juara dua. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid