Gelaran MXGP Samota Dibayangi Anjing Gila

Illustrasi Anjing

MATARAM – Perhelatan Motocross Grand Prix (MXGP) yang akan berlangsung di kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa pada 24-26 Juni 2022 mendatang dibayangi anjing-anjing gila pembawa kasus rabies. Pasalnya, Kabupaten Sumbawa hingga saat ini masih ditetapkan sebagai kawasan dengan kejadian luar biasa (KLB) rabies bersama dua daerah lainnya di pulau Sumbawa. “Kita di NTB ada tiga kabupaten masih KLB, Sumbawa, Sumbawa Barat dan Dompu,” beber Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Khairul Akbar.

Sumbawa dan Dompu sudah lebih dahulu ditetapkan sebagai kawasan dengan KLB rabies. Sementara kabupaten Sumbawa Barat ditetapkan sebagai kawasan KLB rabies pada 30 Maret 2022 lalu. Khairul menyampaikan, untuk perkembangan kasus gigitan anjing di Kabupaten Sumbawa Barat dilaporkan pertama kali terjadi di Kecamatan Brang Rea, dengan korban 1 orang dewasa dan 1 orang anak, diduga digigit 1 ekor anjing yang sama, anjing betina pasca beranak. “Kasus gigitan baru dilaporkan tanggal 30 Maret 2022,” tuturnya.

Tidak hanya itu, gigitan anjing berikutnya dilaporkan di Kecamatan Taliwang pada tanggal 29 Maret 2022, dengan jumlah korban 17 orang. Satu ekor anjing yang diduga menggigit berhasil diamankan dan diambil sampel otaknya dan telah dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk diperiksa kemungkinan terjangkit rabies. “Pada tanggal 30 Maret 2022 malam, telah dilakukan pengembangan pengambilan sampel otak sebanyak 19 sampel pada sejumlah wilayah di Kecamatan Taliwang, dan sedang dilakukan pengepakan untuk dikirim ke BBVet Denpasar. Semua korban gigitan telah ditangani oleh puskesmas,” tambahnya.

Lebih lanjut Khairul menyebutkan, pada tahun 2021 jumlah kasus paling banyak terjadi di Kabupaten Sumbawa dengan total 325 kasus berdasarkan data informasi sistim informasi kesehatan hewan nasional (Isikhnas). “Kasus sementara ini (2022) di Kabupaten Sumbawa sebanyak 33 kasus,” sebutnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Gelontorkan Rp 576 Miliar Poles Mandalika

Disinggung soal langkah dan upaya yang akan dilakukan mengingat dalam waktu dekat Kabupaten Sumbawa jadi tuan rumah gelaran event MXGP, kata Khairul, pihaknya telah melakukan pertemuan secara aktif yang difasilitasi oleh Direktorat Diknakes beberapa waktu lalu guna membahas penanggulangan kasus rabies di Sumbawa. “Kami akan melakukan vaksinasi terhadap 9.000 ekor ajing dengan menyiapkan dosis vaksinasi untuk menangkal kasus rabies bagi hewan yang dipelihara,” katanya.

Selain itu, sambung Khairul, pihaknya juga akan menyiapkan pakan buat ajing-ajing liar yang nantinya akan ditangkap dengan metode bius. Begitu juga bagi ajing peliharaan masyarakat akan disiapkan pakan yang nanti akan didistribusikan dari pemerintah pusat melalui Disnakeswan Provinsi. “Jadi ajing yang dipelihara juga nanti kami akan siapkan pakan atau makanan. Ini diprogramkan dari pusat yang sudah ada di provinsi, tinggal nanti kami akan distribusikan ke Sumbawa,” sambungnya.

Terlebih untuk dosis vaksin pihaknya sudah distibusikan beberapa waktu lalu, tinggal nanti melihat perkembangan, jika dosis vaksin masih dibutuhkan maka akan dilakukan penambahan. “Kalau untuk jumlah anjing yang sudah divaksin sudah banyak dan sekarang ini masih berjalan kegiatan vaksinasi. Intinya terget kita nanti sebanyak  9.000 ekor anjing kita vaksin sebelum event MXGP,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga telah melakukan kegiatan pelatihan terhadap dokter hewan poskeswan dan dokter puskesmas tentang tatalaksana kasus gigitan rabies serta dilakukan eliminasi. “Kita juga harapkan kepada para pemilik ajing peliharan supaya dapat membawa ajing untuk divaksinasi. Agar kasus rabies dapat ditangani sehingga tidak mengganggu event MXGP nanti,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H Lalu Hamzi Fikri, bahwa pihaknya dari jauh-jauh hari telah berkoordinasi dengan pihak Disnakeswan Provinsi NTB. “Untuk bagian manusianya kami yang menagani di kesehatan kalau ada yang terkena gigitan dan lain sebagainya. Kalau bagian hewannya ditangani oleh Disnakeswan,” katanya.

BACA JUGA :  21 Desa Wisata Masuk 500 Besar ADWI 2022

Fikri juga mengatakan, pihaknya telah mengirim logistik vaksin anti rabies dan serum anti rabies yang diangkap sangat penting. Lebih-lebih dari pusat telah mensupport dalam hal ini kementerian kesehatan dalam penyiapan logistik vaksin sebagai bentuk antisipasi ketika ada kasus. “Kita sih berharap tidak ada kasus gigitan, kalau ada kasus gigitan kan harus segara diberikan vaksin. Yang jelas untuk urusan hewannya nanti itu Disnakeswan, tapi kalau manusianya itu urusan kita,” tambahnya.

Untuk jumlah dosis vaksin yang disiapkan, kata Fikri, cukup banyak disiapkan, bahkan setiap fasilitas kesehatan dibekali dosis vaksin sehingga dapat melakukan pelayanan ketika ada warga yang hendak ingin memvaksinasi hewan peliharannya. “Jumlah vaksin cukuplah kita siapkan. Artinya setiap faskes kita bekali,” katanya.

Di samping menyiapkan logistik vaksinasi, lanjut Fikri, dari hasil diskusi yang dilakukan pihaknya juga nanti  melakukan karantina hewan. Seperti apa bentuknya tentu sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada. “Tapi yang jelas Sumbawa menjadi sangat atensi kita. Terutama masalah kasus rabies dan Kemenkes juga tetap konsen, kita juga secara berkala melakukan kunjungan ke dinas kesehatan, terutama di Dinas Kesehatan Sumbawa,” katanya.

Fikri juga menyarankan kepada masyarakat yang memiliki anjing-anjing liar diharapkan dikurung atau dirantai sehingga tidak berkeliaran. Meski banyak juga anjing liar yang menjadi atensi khusus terutama yang berkeliaran dilokasi gelaran event MXGP.  “Dan perlu diwaspadai juga ajing yang berkeliaran disekitar sirkuit,” pungkasnya

Sementara dari informasi yang diterima media ini, jumlah kru dan pembalap MXGP sebanyak 1.200 orang. Kemudian dengan diperkira jumlah penonton sebanyak 50 ribu orang yang akan hadir langsung menyaksikan ajang MXGP yang kali pertama di NTB. (sal)