Gegara Dipanggil “Kangkung” dan Urusan Sampah, Husnan Bunuh Adik Ipar

INTEROGASI: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menginterogasi tersangka Husnan saat dihadirkan dalam jumpa pers, Rabu (29/9).(DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Husnan (45), tersangka pembunuhan  di lingkungan Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram mengaku nekat membunuh adik iparnya karena sering dipanggil “kangkung”.  Husnan mengaku bahwa itu sebuah penghinaan baginya.  “Sering kali dia bilang saya kangkung. Penghinaan itu bagi saya,” akunya, Rabu (29/9).

Selain sering mendapat  penghinaan dengan sebutan kangkung, korban juga sering cari gara-gara dengannya. Salah satunya adalah membuang sampah di dekat rumahnya Husnan. “Dia sering buang sampah di tempat saya. Saya diamin, terus-terusan dia. Saya tegur dia marah, bahkan sampai dia angkat golok mau melawan saya,” ujar Husnan.

Husnan mengaku terakhir ribut dengan korban pada Senin (20/9) sekitar pukul 14.00 WITA. Permasalahannya itu masih terkait sampah. Hingga pada akhirnya pada malam hari Husnan mendatangi korban dengan membawa sebilah pisau. Pisau itu kemudian digunakan untuk menusuk korban berkali-kali di beberapa bagian tubuhnya. “Saya tidak dendam tetapi saya lagi emosi saat itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Beli Sabu, Tiga Remaja Curi Tutup Drainase

Kini ia pun mengaku  menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada masyarakat terutama kepada keluarga. Husnan mengaku akan mempertanggungjawabkan perbuatan. “Saya minta maaf kepada semuanya terutama kepada keluarga. Saya menyesal,” ucapnya.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi mengatakan bahwa  proses penyidikan terhadap pelaku kini terus berjalan. Saat ini pihaknya tengah menunggu hasil tes kejiwaan dari tersangka Husnan. “Kemungkinan hasilnya keluar dua atau tiga hari ke depan. Dari sana kita baru akan mengetahui apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan atau tidak,” ujarnya.

Untuk kesehariannya, tersangka Husnan berdasarkan hasil penyelidikan hingga penyidikan diketahui bahwa orangnya tertutup dan jarang bergaul. Selain itu orangnya juga temperamen. Tak heran kemudian orangnya cepat tersinggung dan kerap kali cek-cok dengan orang lain. “Dia pengakunnya jarang bergaul karena sering mendapat bulian. Orang ini masih bujang,” ujar Heri.

Baca Juga :  Tiga Pembobol Konter HP di Darek Ditangkap

Disinggung mengenai hasil autopsi korban, Heri mengaku bahwa pihaknya telah menerima hasil. Dari sana diketahui bahwa korban meninggal karena kehabisan darah akibat kena tusukan di beberapa bagian tubuh. “Luka tusuknya itu di bagian jantung ada, hati ada, perut, paha, dan tangan. Ada 23 tusukan,” ujarnya.

Hasil autopsi ini kata Heri akan dijadikan sebagai barang bukti nantinya di persidangan bersama barang bukti lain. Untuk proses penyidikannya masih terus berjalan. Pihaknya juga telah menyusun berkas perkara untuk dikirim ke jaksa peneliti  “Jadi semuanya sedang berposes sekarang,” ujarnya.

Dalam perkara ini tersangka disangkakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup.  (der)