Gedung SMAN 2 Donggo Rusak, Butuh Perhatian Pemerintah

RUSAK PARAH: Inilah kondisi bangunan gedung SMAN 2 Donggo, Kabupaten Bima, yang mengalami rusak parah, setelah diterjang angin puting beliung. (ist for radarlombok.co.id)

MATARAM—Sudah sejak tiga tahun lalu, bangunan gedung SMAN 2 Donggo, Kabupaten Bima, mengalami rusak parah. Namun hingga kini tak juga ada perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang masih dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

“Pendidikan merupakan salah satu hak semua warga negara, yang sudah jelas tertuang dalam Undang-undang. Namun ternyata tidak semua warga memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai. Salah satu pendidikan yang ada di Kabupaten Bima misalnya, SMAN 2 Donggo, sudah tiga tahun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah. Sangat miris kalau kita lihat,” ungkap salah seorang anggota DPRD NTB, Abdul Rauf, di Mataram, Senin (23/9/2019).

Disampaikan, berdasarkan aturan pendidikan menengah, sudah jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2014, yang mengatur kebijakan pemerintah daerah. Dimana pada Pasal 12 ayat 1 urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, sebagaimana dimaksud dalam pasal 11ayat 2 meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan, masyarakat, dan sosial.

Namun terkadang apa yang sudah dituangkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi. Seperti SMAN 2 Donggo, yang bangunannya rusak parah setelah dilanda bencana angin puting beliung, selalu saja luput dari perhatian pemerintah.

“Sungguh ini membuktikan, kalau Kepala Dinas Dikbud NTB tidak pernah turun ke lapangan. Mestinya harus turun tangan membenahi sekolah ini. Karena hanya ini akses pendidikan yang cukup strategis untuk masyarakat di sana,” ujar Abdul Rauf.

Politisi Demokrat dari daerah pemilihan (Dapil) Dompu, Bima dan Kabupaten Bima ini memaparkan, sudah tiga tahun kondisi sekolah itu terbangkalai. Atapnya bolong, beberapa fasilitasi lainnya rusak, sehingga memprihatinkan. “Ini juga salah satu catatan untuk kepemimpinan Zul-Rohmi, agar membenahi lembaga pendidikan di NTB,” sentil Abdul Rauf.

Akibatnya, para siswa terpaksa harus belajar menggunakan fasilitas seadanya, agar tidak ketinggalan pelajaran. “Kita sangat prihatin dengan kondisi sekolah itu, yang hingga kini belum tersentuh sama sekali dengan bantuan untuk dibenahi. Belum lagi kondisi mushola sekolah juga rusak parah,” jelasnya.

Diakui, perhatian Pemprov NTB terhadap dunia pendidikan memang sedang gencar-gencarnya. Salah satunya yaitu dengan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa untuk belajar keluar negeri. “Namun focus beasiswa atau pengiriman mahasiswa keluar negeri, bukan berarti kemudian melupakan kondisi fasilitas pendidikan di NTB sendiri,” sindir Abdul Rauf.

Sementara Kepala Dinas Dikbud NTB, H Rusman yang coba dikonfirmasi terkait itu, terkesan enggan memberikan tanggapan. Sedangkan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, menyatakan pihaknya akan segera menindak lanjuti. “Segera kami perhatikan,” singkatnya. (sal)