Gedung Kampus UIN Dirusak, Kerugian Rp 1 M

Gedung Kampus UIN Dirusak
RUSAK: Kaca kaca jendela kampus UIN di Jalan Gajah Mada, Jempong Baru pecah setelah dirusak sejumlah oknum warga Minggu dini hari lalu (1/3).(ist/)

MATARAM–Polisi masih memburu puluhan oknum pelaku perusakan terhadap bangunan baru gedung kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Minggu dini hari (1/3) lalu.

 Perusakan ini mengakibatkan kaca jendela dan pintu beserta beberapa fasilitas lainnya dirusak. Wakil Rektor III UIN Mataram, Dr Hj Nurul Yakin menyesalkan atas tindakan yang dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab dengan merusak gedung dan beberapa fasilitas kampus. “Ya kalau ditaksir kerugian negara mencapai Rp 1 miliar atas perusakan yang dilakukan oleh oknum,”ungkapnya saat dikomfirmasi radarlombok.co.id.

 Atas kejadian tersebut, katanya pihak kampus tidak menunggu lama melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian untuk menyusut tuntas para pelaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kita sudah langsung laporkan ke pihak yang berwajib pada saat kejadian untuk diusut tuntas,”katanya.

 Hj Nurul Yakin, menyampaikan kejadian ini bermula ketika pada Sabtu malam sekitar pukul 24.00 wita (29/2) terjadi kekosongan penjagaan kampus II UIN di Jalan Gajah Mada. Kontrak penyediaan jasa pengamanan antara UIN dan PT Rajawali telah habis.  Maka, selama dua bulan kedepan, petugas keamanan di bawah PT Rajawali tidak boleh  bertugas sesuai dengan aturan harus ditender ulang. “Dalam waktu dua bulan ini tentu harus ada pegamanan. Maka Pak Rektor minta harus ada kalaborasi teman-teman dari Jempong dan teman-teman dari luar juga sebagai keamanan, itupun sudah disetujui oleh kepala lingkungannya. Termasuk kepala lingkungan dan Babinsa sudah masuk di SK rektor,”ungkapnya.

 Namun, Sabtu pagi (29/2), lanjutnya, Kepala Lingkungan Jempong Timur menyampai ketidaksetujuan masyarakat Jempong yang mengikutsertakan orang luar sebagai pihak keamanan di kampus UIN Mataram. Mereka meminta petugas keamanan semua harus masyarakat Jempong. “Kita pun sempat tawarkan 80 persen dari masyarakat Jempong, 20 persen dari luar namun kata kapala lingkungan mereka menginginkan harus  masyarakat Jempong semuanya. Ini kronologis awalnya terjadinya perusakan,”sambungnya.

 Kuat dugaannya kata Hj Nurul Yakin, tindakan yang dilakukan oleh para oknum dengan melakukan perusakan di kampus UIN Mataram tidak lain karena persolan pekerjaan. “Ya ini masalah pekerjaan kok. Maka kami akan usut tuntas masalah ini, karena sudah merugikan negara dengan melakukan perusakan fasilitas publik,”tegasnya. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaProduksi Padi NTB Mengalami Penurunan
Berita berikutnyaDewan Disarankan Kunker ke Wuhan