Gawat, Semua Kamar ICU RS Penuh

dr Nurhandini Eka Dewi AZWAR ( ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Virus corona semakin mengganas memasuki tahun 2021. Prediksi para ahli yang menyebut pandemi Covid-19 akan mereda justru semakin tak terkendali.

Kondisi di Provinsi NTB juga semakin parah. Jumlah kasus baru terus meningkat. Bahkan saat ini, kamar Intensive Care Unit (ICU) sudah penuh oleh pasien. “ICU penuh di seluruh rumah sakit di NTB,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi kepada Radar Lombok, Kamis (7/1).

Penuhnya kamar ICU disebabkan kondisi pasien Covid-19 yang semakin banyak mengalami gejala berat. Mereka harus dimasukkan dalam ruangan ICU agar mendapatkan perawatan secara optimal. Persoalannya, pasien yang masuk ruangan ICU membutuhkan waktu cukup lama untuk keluar. “Orang di ICU kan tidak bisa sehari dua hari. Makanya jadi penuh, karena yang di dalam belum bisa keluar, dan kasus baru yang berat-berat terus bertambah,” jelas Eka.

Dampak dari semua itu, pasien Covid-19 yang kondisinya mengkhawatirkan tidak bisa lagi mendapatkan kamar ICU. Mengingat, semua kamar sudah penuh terisi. Eka sendiri belum mengetahui secara pasti berapa jumlah pasien Covid-19 yang kondisinya sakit berat sehingga membutuhkan ruang ICU. “Jumlah pasien kondisi berat, yang paling tahu itu pihak rumah sakit. Tapi teorinya 2 persen dari jumlah pasien,” katanya.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai saat ini lebih dari 5.961 orang. Sebanyak 777 orang masih dirawat intensif di rumah sakit. “Kalau kenyataannya, belum kita tahu apakah lebih atau kurang dari 2 persen. Rumah sakit yang lebih tahu detailnya,” ucap Eka.

Untuk saat ini, solusi yang bisa diambil akibat ruang ICU penuh, dengan menjadikan kamar biasa sebagai High Care Unit (HCU). “Kamar biasa diubah jadi perawatan high care, di bawahnya ICU sedikit,” ujarnya.

Pada dasarnya, HCU digunakan untuk perawatan pasien ICU yang dianggap sudah menunjukkan perbaikan tetapi masih dalam pengawasan ketat. Namun kondisi saat ini membuat semuanya harus bisa dikompromikan.

Diakui Eka, pelayanan dan fasilitas HCU belum sampai seperti ICU. Namun semuanya dioptimalkan sebaik mungkin. “Pasien tetap mendapatkan pelayanan lebih dibandingkan kamar biasa. Dari segi intensitasnya lebih tinggi dari kamar biasa. Ini jalan tengah yang kita ambil, merubah kamar biasa, kamar isolasi jadi high care unit,” kata Eka.

Hal yang harus dipahami juga, jumlah kasus Covid-19 terus bertambah. Apalagi banyak warga NTB yang saat ini pulang dari luar negeri. Terutama tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja buruh migran (PMI). Misalnya saja rombongan TKI yang pulang baru-baru ini. Sebanyak 81 orang dikarantina di Asrama Haji. “Ada 4 orang PMI yang positif Covid-19 dari 81 orang PMI yang pulang,” ungkap Eka.

Setiap orang yang melakukan perjalanan luar negeri, harus dikarantina. Langkah tersebut diambil untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kita harus karantina. Mereka datang kita swab, karantina 5 hari, swab lagi baru di pulangkan jika sehat. Jadi semua pelaku perjalanan dari luar negeri harus karantina,” tutup Eka.

Kepala bidang (Kabid) Pelayanan Medis RSUD ProvinsiĀ NTB, dr Nyoman Wisajaya Kusuma yang dikonfirmasi Radar Lombok, membenarkan jika ruang ICU untuk Covid-19 sudah penuh. “ICU untuk Covid ada 5. Itu memang penuh. Kalau ICU non Covid-19 tidak penuh,” jelas Nyoman Wisajaya. (zwr)