Gatot Dikeler Ke Jakarta

MATARAM – Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti dibawa ke Jakarta.

Gatot yang ditetapkan tersangka atas kepemilikan narkoba dan kini ditahan di Polda NTB, dibawa ke Jakarta  Kamis kemarin (1/9) sekitar pukul  14.00  melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). Gatot diminta menunjukkan tempat rahasia di dalam rumahnya paska penggeledahan yang dilakukan Polda Metro Jaya paska penangkapan Gatot di Mataram Minggu lalu (28/8). Dalam penggeledahan itu, aparat Polda Metro Jaya menemukan sabu, senjata api dan peluru serta sejumlah barang bukti lainnya.” Gatot dibawa  ke Jakarta untuk menunjukkan TKP yang ada di rumahnya dengan dikawal dari tim yang dari Polda Metro Jaya,”jelas Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangestuti

Setelah semuanya sudah selesai disana  lanjutnya, Gatot akan dibawa kembali ke NTB untuk menjalani masa penahanannya  di Polda NTB, karena tempat tertangkapnya berada di Mataram. ”Dia kan tertangkap di NTB, bisa jadi proses hukumnya disini,”ungkapnya.

Dewi Aminah yang merupakan istri Gatot yang sudah resmi menjadi tahan Polda NTB  tidak dibawa ke Jakarta. Dia  masih  menjalani pemeriksaan terkait dari mana asal barang yang ada padaya. Meski sang Gatot sudah mengakui barang itu ia bawa dari Jakarta, akan tetapi kepolisian masih belum percaya dengan omongannya.” Katanya sih dia bawa dari Jakarta, tapi masih perlu didalami,”katanya.

Kapolda NTB Umar Septono juga mengatakan kalau narkoba jenis sabu yang ditemukan saat penangkapannya kata Gatot dibawa dari Jakarta.  Namun untuk memastikan kebenarannya masih perlu didalami oleh penyidik.'' Kita tunggu aja bagaimana hasilnya,'' katanya. Gatot Brajamusti alias Aa Gatot tiba di kediamannya  dengan pengawalan ketat petugas. Gatot dibawa masuk ke rumahnya yang ada di Jalan Niaga Hijau, Nomor X6, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia tiba sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan mobil Toyota Innova bernomor polisi B 2673 AT. Dia dibawa dari Mataram dengan menggunakan pesawat Batik Air dan tiba di Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta.

Setibanya di rumah,  Gatot dibawa ke dalam rumahnya. Awak media sendiri tidak bisa ikut ke dalam dan hanya bisa mengambil gambar dari depan kediaman Gatot yang bercat ungu itu.

Di lokasi sendiri terlihat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Eko Hadi Santoso dan Kasat Reskoba Polres Jaksel Kompol Vivick Tjangkung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, kedatangan  Gatot untuk menunjukan tempat rahasia di rumahnya. "Karena hanya dia yang tahu tempat (rahasia) itu," kata Awi.

Tapi Awi enggan menyebutkan apa yang sebenarnya dicari petugas dan apa yang disimpan  Gatot di tempat rahasia itu. "Nanti saja nunggu dia datang kita akan tahu," sambungnya.

Sebelumnya diketahui pada Minggu (28/9) Gatot dan Dewi Aminah serta enam orang lainnya ditangkap di Hotel Golden Tulip kamar 1100 jalan Jenderal Sudirman No 4 Selaparan, Mataram.

Dari  Gatot Cs, polisi menyita dua paket sabu, korek, alat hisap sabu atau bong, uang tunai, dompet dan lainnya. Gatot ditangkap usai terpilih kembali sebagai  ketua Umum persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) periode 2016-2021.

Ia terpilih pada kongres ke-15 yang berlangsung di Kota Mataram, NTB pada Minggu (28/8) dini hari.Terpilihnya Gatot berdasarkan hasil voting oleh 542 peserta kongres. Gatot memperoleh dukungan sebanyak 464 suara mengarahkan pesaingnya Andre Davinci dengan jumlah suara 78.

Selain Gatot dan Aminah, turut diamankan juga artis Reza Artamevia,  Davina, Yuli dan Ricard serta SP dan BN.  Dari hasil tes urine, Gatot, Aminah, Reza Artamevia, Davina  Noviyanti Khulosah, Yuti Yustini  dan Ricard Nyotokusumo positif mengandung narkoba. Dua orang yakni SP dan BN negatif. Namun hanya Gatot dan Aminah yang ditetapkan jadi tersangka karena saat penggerebekan barang bukti narkoba jenis sabu ditemukan di Gatot dan Aminah.

Artis Reza Artamevia, Davina, Yuti dan Ricard akhirnya diputuskan untuk direhabilitasi. Polda NTB menyerahkan mereka ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB sekitar pukul 14.00 Wita.

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengatakan  proses hukum Reza Artamevia,Davina, Yuti dan Ricard  diserahkan ke BNNP untuk menjalani rehabilitasi.  ''Hari ini akan diserahkan ke BNNP NTB untuk dilakukan rehabilitasi,”katanya.

Sehari sebelumnya, Reza dan tiga rekannya ini dibawa ke Puslabfor Polda Bali untuk menjalani  pemeriksaan darah dan DNA. Menurut Kapolda, pihaknya masih menunggu hasilnya. “Masih dalam proses, tapi kita tetap mengacu kepada hasil yang sudah dikeluarkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram,”ungkapnya.

Dari hasil laboratorium BBPOM Mataram menyebutkan bahwa barang bukti yang ditemukan dari dalam saku depan celana Gatot Brajamusti, dan tas milik Dewi Aminah adalah narkoba jenis sabu. Kemudian, hasil tes urine menyebutkan enam dari delapan orang yang diamankan  di Hotel Golden Tulip dinyatakan positif mengandung zat narkotika.”Kan kemarin yang positif ada enam orang, yang duanya sudah resmi ditahan dan yang empat akan dipindahkan ke BNNP,” bebernya.

Selain itu, dua pelaku yang urinenya dinyatakan negatif yaitu dengan inisial BN dan SP yang hanya menjadi saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dilkukan oleh Gatot. Keduanya dinyatakan positif sudah boleh dipulangkan. ”Ada dua orang yang dinyatakan negatif yaitu anak (Gatot) dan teman anaknya sudah boleh pulang dan dinyatakan bebas,” jelasnya.

Terpisah Kepala BNNP NTB Kombes Pol Drs Sriyanto, M,Si membenarkan  adanya pelimpahan artis Reza Artamevia, Davina, Yuli dan Ricard

yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba oleh pihak kepolisian. Selanjutnya mereka  akan dilakukan rehabilitasi.”Kapolda meminta kepada kami untuk direhabilitasi,”ungkapnya.

Setelah melakukan pemeriksaan kembali kepada Reza dan kawan-kawanya, hasil yang didapatkan mereka merupakan pemakai tahap awal dan baru pertama kali mencoba. Mereka  memakai narkotika jenis Aspat.”Aspat ini fungsinya untuk meningkatkan gairah terhadap kekuatan tubuh,”ungkapnya.

Untuk itu lanjutnya, dengan hasil yang didapatkan ini, BNNP bisa mengambil kesimpulan bahwa Reza, Davina, Yuti dan Ricard akan dirawat jalan selama delapan kali pertemuan,”Reza dan kawannya akan dirawat jalan selama delapan kali pertemuan, dalam seminggu harus datang dua kali,”tutupnya.

Reza dalam jumpa persnya mengatakan, dia mengkonsumsi aspat itu hanya untuk memulihkan stamina tubuh bukan untuk mabuk atau karena sakau. Dia pun menyebut dirinya hanya sedang apes. Dia pun meminta masyarakat tidak membuat stigma negative terhadap penangkapannya.(cr-wan/elf/jpg)