Gatot Brajamusti Klaim Dapatkan Aspat Saat Umroh

MATARAM—Satu demi satu bantahan terus dilakukan oleh ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti tersangka kasus kepemilikan narkotika jenis sabu yang ditangkap di Hotel Golden Tulip beberapa waktu lalu.

Ia menyangkal bukan narkotika yang didapatkan petugas pada saat penangkapan maupun melalui penggeledahan, baik itu yang dilakukan di rumahnya maupun di kantor PARFI Jakarta. Ia bersikeras bahwa yang ditemukan petugas itu bukan sabu melainkan aspat. " Itu bukan sabu tapi aspat,'' ujar Gatot Brajamusti melalui salah seorang penasehat hukumnya Irfan Suryadiata  Jumat kemarin (16/9)

Hal tersebut juga disebutnya sudah disampaikan oleh kliennya kepada penyidik kepolisian pada mpemeriksaan yang terakhir kalinya.  Aspat tersebut menurut Irfan adalah salah satu obat yang digunakan oleh kliennya saat sesak nafas (asma).  Aspat tersebut jug diperoleh dengan dibeli oleh Gatot Brajamusti saat melaksanakan ibadah umroh. ‘’ Dia (Gatot, red) kan sering pergi umroh secara bertahap. Dan dia beli aspat itu ya saat umroh itu,’’ katanya.

Menurut Irfan, dari penuturan kliennya bahwa aspat tersebut banyak diperjual belikan. ‘’ Saya tidak tahu, yang jelas kalau di Mekah bisa dijual sembarang,’’ jawabnya. 

Menurut pengakuan Gatot juga bahwa kadang kala juga menggunakan obat asma seperti yang ditemukan di apotik secara umum. Namun, khasiatnya tidak begitu bagus. ‘’ Tapi kalau menggunakan aspat saat sesak nafasnya datang. Biasanya langsung sembuh,’’ imbuhnya.

Dari hasil pengujian kepolisian saat Gatot ditangkap di Hotel Golden Tulip, Mataram Minggu (28/8) lalu, kristal putih yang ditemukan di saku celananya positif sabu. Begitu juga dengan barang bukti yang ditemukan polisi di rumahnya di Jakarta.  Menurut Irfan, hal tersebut kewenangan dari kepolisian untuk menyatakan demikian. Namun, informasi yang diperolehnya saat ini mengatakan bahwa obat tertentu jika dicampur penggunannya, maka bisa mengandung methampetamin alias sabu. ‘’ Itu hak dari kepolisian menyatakan demikian.Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah methampetamin itu hanya berasal dari sabu atau ada yang lain,’’ herannya.

Kepastian tersebut menurut dia bisa dipastikan dengan pengujian yang lebih lanjut. Meski demikian, ia tetap menghoramati kewenangan kepolsiian yang menyatakan barang tersebut disuga sebagai sabu. ‘’Nanti ada prosesnya kita bisa membuktikan itu sebenarnya sabu atau bukan,’’ ungkapnya.

Ia mengakui saat ini penyakit asma yang diderita oleh kliennya sedang kambuh. Pemeriksaaan juga sudah dilakukan oleh dokter dari kepolisian.

Sementara itu Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda NTB AKBP Deky Subagio membenarkan penyakit asma yang diderita oleh Gatot Brajamusti sedang kambuh.  Kemudian Gatot Brajamusti juga disebutnya sudah diperiksa oleh dokter dari kepolisian. Oleh dokter juga kemudian sudah memberikan obat asma kepada pemeran film Azrax tersebut. ‘’ Memang benar saat ini penyakit asmanya kambuh. Sudah diberikan obat hirup oleh dokter,’’ katanya.(gal)