Gardu Pandang Pusuk Lombok Utara Longsor

Gardu Pandang Pusuk Lombok Utara Longsor
LONGSOR : Gardu pandang di pusuk longsor disebabkan faktor alam. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pengendara yang melintas di kawasan pusuk wilayah Desa Persiapang Menggala Kecamatan Pemenang harus ekstra hati-hati!.

Pasalnya, musim hujan ini kerap terjadi longsor di kawasan itu. Seperti longsor yang terjadi di gardu pandang pusuk sekitar pukul 02.00 Wita, Selasa (23/1) dini hari. Akibatnya, beberapa fasilitas gardu itu menjadi rusak. Termasuk talud dan besi pembatas pengunjung yang dibangun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispar) Lombok Utara tahun 2017 silam.

Informasi yang dihimpun Radar Lombok, kejadiannya disebebkan hujan lebat malam kejadian. Tekstur tanah labil di kawasan diperkirakan tak mampu menahan kandungan air yang masuk. Sehingga menjadi berat dan akhirnya terjadi longsor. ‘’Kejadian ini tidak ada korban jiwa, termasuk juga tidak ada laporan masyarakat,” terang Kasatlantas Polres Lombok Utara IPTU Agus Pujianto dikonfirmasi pada saat ditemui di jalur pusuk sedang melakukan pengamanan lalu lintas pusuk, Selasa (23/1).

Kata Agus, pihaknya sudah memasang ‘police line’ untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pengunjung yang ujug-ujug datang dan beristirahat di tempat itu. Kondisi pascalongsor ini cukup berbahaya mengingat kemungkinan terjadinya longsor susulan. Terlebih, kondisi cuaca yang masih buruk belakangan ini. “Makanya kita pagi ini langsung memasang garis polisi untuk mengimbau jangan mendekati lokasi dulu karena biasanya banyak yang parkir di sekitar sini. Demi keamanan kalau terjadi longsor susulan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Jangan Percaya Isu Penculikan Anak

Kepala Disbudpar Lombok Utara H Muhammad dikonfirmasi terpisah mengungkapkan, kerusakan gardu pandang hasil itu murni disebabkan faktor alam. Pihaknya sudah mengintruksikan jajarannya termasuk juga kontraktor untuk mengecek proyek tersebut. “Ini murni karena faktor alam, sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa. Saya sudah perintahkan bu sekdis untuk mengecek langsung bersama kontraktornya,” ungkapnya.

Sebagaiman diketahui, lokasi gardu pandang ini merupakan tempat para wisatawan guna menikmati pemandangan, maka tidak menutup kemungkinan dinas akan mengusulkan anggaran pada APBD perubahan 2018 untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Karena diketahui, masa pemeliharaan selama enam bulan oleh kontraktor sudah tuntas. “Itu kan sudah selesai masa pemeliharaanya, karena ini ruang publik jadi mungkin nanti akan kita anggarkan di APBD Perubahan untuk diperbaiki,” katanya.

Ia menyebutkan, proyek gardu pandang yang longsor dikerjakan pada saat Sekretaris Disbudpar Baiq Prita menjadi Plt Kepala Disbudpar. Menurutnya, pekerjaan ini sudah sesuai dengan spek. “Saya perintahkan untuk ditutup dulu, nanti pasti kita bicarakan dengan tim TAPD,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lombok Utara Heriyanto mengatakan, perencanaan pembangunan ada di dinas terkait dan pihaknya mengenai kedepan tentu akan menjadi atensi pemda untuk melakukan perbaikan kedepannya. “Kita nanti akan upayakan pada APBD Perubaha, karena tempat itu daya tarik pariwisata,” tandasnya anggota TAPD ini.

BACA JUGA :  Aksi Heroik Mohan Selamatkan Tiga Pelajar Tenggelam di Kolam MWP

Anggota Komisi III DPRD Lombok Utara Artadi mengatakan, perencanaan pembangunan itu harus betul-betul matang melihat kondisi dan lokasi yang labil longsor, biar tidak menghabiskan anggaran yang cukup besar. “Kita paham itu semua karena faktor alam, kedepan kita minta betul-betul didesain yang matang, perencanaan yang bagus,” tegasnya.

Lebih baik sekali dianggarkan besar, karena pusuk itu pintu masuk ke Lombok Utara maka harus ditata dengan baik dan diikuti anggaran yang besar. Secara teknis personel Dinas PUPR pasti tahu bagaimana desaiannya bangunan yang lokasinya seperti itu. “Biar tidak asal bangunan tapi bangunannya tidak bertahan lama,” tandasnya. (flo)