Gara – gara Bantuan, Warga Desak Kades Gelora Mundur

TUNTUT MUNDUR : Ratusan masyarakat Desa Gelora Kecamatan Sikur mendatangi kantor desa mendesak Kades Gelora Nurasmat mundur dari jabatannya. (Janwari irwan/ Radar Lombok)
TUNTUT MUNDUR : Ratusan masyarakat Desa Gelora Kecamatan Sikur mendatangi kantor desa mendesak Kades Gelora Nurasmat mundur dari jabatannya. (Janwari irwan/ Radar Lombok)
Advertisement

SELONG  – Ratusan masyarakat Desa Gelora, Kecamatan Sikur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Gelora Menggugat (AMGM) mendatangi  kantor Desa Gelora, Jumat (29/5).
Kedatangan ratusan masyarakat ini mendapatkan pengawalan dari aparat penegak hukum Polres Lombok Timur.

Menurut keterangan koordinator aksi, Hadi mengatakan, kedatangan masyarakat ini  menuntut Kades Gelora untuk mundur dari jabatannya, karena dianggap tidak amanah dan tidak mampu memimpin masyarakat Desa Gelora.

“Selama ini, kami menilai, pemerintah desa mulai dari perangkat serta kepala desanya kurang tranparan dalam memberikan data mengenai warga yang mendapatkan bantuan dari tingkat pusat sampai desa,” katanya.

Menurut Hadi, sebelum warga datang ke kantor desa, masyarakat sudah bersurat ke kepala desa sebanyak tiga kali untuk meminta data penerima bantuan
 Tetapi sampai saat ini belum ada respon dari pemerintah desa. Dan sampai waktu yang diberikan, pemerintah desa tidak kunjung memberikan data yang diinginkan oleh masyarakat.

“Kami sudah berikan waktu  untuk memberikan data yang kami minta. Kalau tidak, maka kami akan laporkan ke Komisi Informasi Publik,” kata warga.

Akibat dari sikap pemerintah desa yang tidak transparan dalam bantuan, masyarakat meminta kepala desa agar mundur dari jabgatannya. Selain itu juga, warga meminta agar pemerintah desa melakukan perambokan birokrasi secara total, membubarkan BPD karena dianggap tidak pernah bekerja, melainkan hanya datang tanda tangan honor saja.

“Kami minta agar BPD dibubarkan, Kades turun dari jabatannya, karena tidak becus dalam menjalankan roda pemerintahan,” kata warga sambil berteriak.

Bukan hanya itu kata warga, dalam pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa, tidak pernah memasang papan penggunaan anggaran dana desa
 Padahal, papan pelang sosialisasi penggunaan anggaran sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga mengetahui berapa jumlah dana pembangunan di masing- masing titik pembangunan.

” Ini salah satu bentuk sikap pemerintah desa yang tidak mau transparan, makanya silahkan kepala desa mundur dari jabatan, ” teriak sejumlah warga yang menggelar aksi.

Camat Sikur, Lalu Putra yang hadir menerima masyarakat mengaku sangat mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan warga dan pemuda saat ini, dengan memberikan kritik bagi kemajuan Desa Gelora.

“Apa yang dilakukan warga dan pemuda saat ini sangat saya apresiasi untuk kemajuan desa, dengan bersama-sama menyelesaikan masalah,” kata Camat.

Sementara itu,  Kades Gelora, Nurasmat membantah apa yang dituduhkan oleh masyarakatnya. Menurutnya, pendataan mengenai bantuan bukan dilakukan oleh dirinya, melainkan oleh kepala dusun di masing – masing dusun yang ada.

“Untuk semua pendataan bantuan dilakukan melalui kadus, silahkan tanyakan ke kepala dusun masing – masing,,” jelasnya. (wan)