Gapeksindo Pastikan Syarat Kredit Bank Mudah

Gapeksindo Pastikan Syarat Kredit Bank Mudah
PROYEK: Salah satu proyek Gedung yang tengah dikerjakan oleh jasa konstruski.( DEVI HANDAYANI /RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) NTB mendapatkan kemudahan dari Lembaga perbankan yang ada di NTB untuk pembiayaan proyek infrastruktur. Hal tersebut dengan kebijakan dari Lembaga perbankan yang memberikan kemudahan bagi anggota Gapeksindo NTB dalam mendaptkan pembiayaan.

“Untuk pembiayaan dari perbankan kepada anggota Gapeksindo untuk proyek tidak ada masalah, malah diberikan kemudahan,” kata Ketua Gapeksindo NTB H Bambang Muntoyo, Rabu (6/11).

Bambang tak menampik jika di daerah lain, masih ada lembaga perbankan yang terkesan mempersulit pengusaha yang tergabung dalam Gapeksindo untuk mendapatkan pembiayaan proyek. Hanya saja, untuk di wilayah NTB, justru pengusaha mendapatkan kemudahan termasuk bunga kredit yang lebih fleksibel.

“Pengusaha konstruksi di NTB tidak mengalami kendala sama sekali. Bahkan tak ada keluhan dari mereka terkait dengan pinjaman di bank. Yang jadi keluhan itu, justru untuk perizinan di pemerintah daerah,” katanya.

Keluhan yang didapatkan para pengusaha konstruski di luar NTB, adanya syarat-syarat dianggap memberatkan mereka. Seperti meminta tambahan jaminan berupa aset tanah dan bangunan yang bernilai 120 persen dari nilai proyek akan dikerjakan. Hal dinilai menyulitkan, karena tak semua perusahaan memiliki aset diminta.

“Kalau di NTB tidak ada seperti itu, jaminannya hanya kontrak proyek dan lama pembiayaan seumur proyek tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, adanya bunga kredit yang ditawarkan bank umum juga masih tinggi, yakni 12 persen sampai 13 persen, padahal proyek infrastruktur yang akan dikerjakan perusahaan biasanya hanya berjalan enam bulan sampai delapan bulan.

Dijelasknnya, bunga pinjaman di berikan dari pihak bank pun masih terbilang dapat dijangkau oleh pengusaha di NTB, sehingga, tidak terlalu memberatkan bagi para pengusaha konstruksi yang ingin menjalankan proyek mereka.

“Bunga bisa nego, yang jelas saya tekan serendah mungkin, maksimal 11 persen setahun,” sebutnya.

Disisi lain, untuk sementara waktu Bambang menghimbau kepada para pengusaha konstruksi untuk tidak mengajukan pinjaman terlebih dahulu. Mengingat, waktunya belum efektif untuk mengajukan kredit. Bahkan dari pihak bank yang telah MoU dengan Gapeksindo pun, masih ditunda, mengingat, jangka waktu memasuki akhir tahun.

“Awal tahun nanti mulai efektif, karena sekarang sudah mau akhir tahun. Jadi anggota saya larang untukg mengajukan pembiayaan. Malah sampai sekarang belum ada mengajukan,” imbuhnya. (dev)